LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Korban Tewas Tabrakan Dua Kereta Cepat di Pakistan Bertambah Jadi 63 Orang

Pada Selasa, pihak Kereta Api Pakistan menyampaikan 63 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, menerbitkan dua daftar yang menyebutkan nama 51 korban dan daftar lainnya yang menyebutkan 12 korban lainnya belum teridentifikasi.

2021-06-08 16:25:26
Kecelakaan Kereta
Advertisement

Pada Selasa, para teknisi di Pakistan menyisir gerbong-gerbong dua kereta cepat yang terguling di wilayah selatan negara itu. Sampai saat ini, korban tewas dilaporkan bertambah menjadi 63 orang.

Kecelakaan kereta ini terjadi pada Senin dini hari ketika sebuah kereta penumpang berkecepatan tinggi menabrak gerbong kereta ekspres lain yang tergelincir beberapa menit sebelumnya di dekat Daharki di Provinsi Sindh.

Tentara dan teknisi sipil telah membersihkan gerbong yang hancur dan memperbaiki rel yang rusak.

Advertisement

Bau solar yang menyengat, keringat, dan darah tercium di TKP, di mana para pekerja mengatakan jasad korban berusaha diangkat selama semalam dari gerbong yang terguling.

“Ini kecelakaan yang paling parah yang pernah saya lihat sekitar 10 tahun saya bekerja,” kata teknisi kereta api, Jahan Zeb kepada AFP, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (8/6).

Kereta Millat Express berangkat dari Karachi menuju Sargodha ketika tergelincir, gerbongnya terguling ke luar rel ketika kereta Sir Syed Express dari Rawalpindi tiba beberapa menit kemudian di arah yang berlawanan, dan saling bertabrakan.

Advertisement

Kecelakaan ini memicu perdebatan terkait sistem transportasi umum di Pakistan, khususnya jaringan kereta api yang memiliki anggaran minim selama puluhan tahun.

Tidak diketahui penyebab kereta Millat Express tergelincir keluar rel, tapi Menteri Dalam Negeri yang merupakan mantan Menteri Perkeretaapian, Sheikh Rashid, menggambarkan jalur itu “berantakan”, sementara Menteri Perkeretapian saat ini, Azam Swati menyebutnya “sangat berbahaya”.

Pada Selasa, pihak Kereta Api Pakistan menyampaikan 63 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, menerbitkan dua daftar yang menyebutkan nama 51 korban dan daftar lainnya yang menyebutkan 12 korban lainnya belum teridentifikasi.

Wakil Komisioner Provinsi, Usman Abdullah, membenarkan angka tersebut. Para korban mulai dari bayi satu bulan sampai perempuan 81 tahun.

Kepala stasiun di dekat persimpangan Reti, Khan Mohammad, mengatakan lebih banyak nyawa bisa diselamatkan jika mereka punya waktu beberapa menit lagi setelah tergelincir.

“Saya melihat seorang bocah perempuan berusia sekitar enam atau tujuh tahun terperangkap di bawah gerbong, lututnya terjepit di rel,” ujarnya.

“Kami entah bagaimana bisa menyelamatkannya, dan dia secara ajaib masih hidup.”

Tapi kemudian kereta yang sedang melaju menabrak.

“Seandainya ada penundaan sekitar 10 menit, kecelakaan ini bisa dicegah,” ujarnya.

Kecelakaan ganda itu terjadi sekitar pukul 03.30 ketika sebagian besar dari 1.200 penumpang di kedua kereta itu tertidur.

Baca juga:
Kondisi Parah Dua Kereta Cepat Usai Tabrakan di Pakistan
Malala Yousafzai Diserang di Media Sosial Setelah Pertanyakan Mengapa Perlu Menikah
Dua Kereta Cepat Tabrakan di Pakistan, 30 Orang Tewas
Pakistan Batalkan Hukuman Mati Bagi Penista Agama
“Saya Perdana Menteri Pakistan. Kami Berdiri Bersama Palestina”
Dunia Kutuk Israel Atas Kekerasan terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.