Korban Tewas Sekte Puasa Sampai Mati Jadi 95 Orang, 8 Jasad Anak-Anak Ditemukan
Larangan memasuki TKP dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri. Media dan pihak non pemerintah dilarang memasuki TKP.
Korban tewas pengikut sekte sesat puasa sampai mati di Kenya bertambah menjadi 95 orang, setelah delapan jasad anak-anak digali dari markas pemimpin sekte Paul Mackenzie Nthege.
Nthege adalah pemimpin Good News International Church, mengajarkan para pengikutnya bahwa dengan berpuasa sampai mati mereka bisa masuk surga dan bertemu Yesus.
Delapan anak-anak tersebut adalah keluarga dari pengikut sekte ini.
Rhoda Onyancha, pimpinan kawasan pesisir, di mana puluhan jasad pengikut sekte ini ditemukan, mengatakan kepada wartawan pihaknya memberlakukan jam malam selama 30 hari di wilayah Malindi.
"Korban tewas ada 95, dan karena ini adalah area di mana kita juga melakukan penangkapan, sejauh ini 22 orang telah ditangkap," jelas Onyancha, dikutip dari Anadolu, Kamis (27/4).
"Tidak ada orang yang diizinkan masuk," lanjutnya, mengacu pada larangan memasuki TKP di mana para jasad dikubur.
Larangan memasuki TKP dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri. Media dan pihak non pemerintah dilarang memasuki TKP.
Penggalian jasad korban dilakukan sehari setelah Menteri Dalam Negeri, Kithure Kindiki mendatangi TKP untuk memantau situasi.
Nthege, yang memiliki lahan seluas 800 hektar di TKP tersebut, dituding mencuci otak pengikutnya dan menyebabkan mereka meninggal dunia. Otoritas Kenya berjanji akan mengadili pihak-pihak yang terlibat dalam aliran sesat ini.
Baca juga:
VIDEO: Temuan Satu Area Berisi 89 Jasad Korban Aliran Sesat di Kenya
Korban Tewas Sekte Puasa Sampai Mati Bertambah Jadi 89 Orang
Pengikut Sekte Sesat, 47 Orang Puasa Sampai Mati
Ratusan Juta Hama Belalang Masih Serang Kenya
Kenya Dilanda Serangan Ribuan Belalang