Korban bom bunuh diri di Pakistan kebanyakan pengacara dan jurnalis
Pelaku menggunakan bahan peledak seberat delapan hingga sembilan kilogram.
Sedikitnya 54 orang tewas, termasuk sejumlah pengacara dan jurnalis, setelah sebuah bom bunuh diri menghantam rumah sakit di Kota Quetta, Pakistan, Senin pagi waktu setempat.
Kebanyakan korban tewas adalah pengacara dan jurnalis yang sebelumnya menggelar protes setelah Presiden Asosiasi Bar Balochistan Bilal Anwar Kasi dibunuh.
Menurut pasukan penjinak bom, setidaknya delapan atau sembilan kilogram bahan peledak digunakan dalam serangan itu.
Polisi mengatakan Kasi tewas dibunuh oleh pengendara motor di jalan Manu Jan pagi tadi. Pelaku melarikan diri dan tidak berhasil diidentifikasi.
Stasiun televisi Dunya News melaporkan, Senin (8/8), sejauh ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di rumah sakit itu.
Kepala menteri Balochistan Sanaullah Zehri menuding intelijen India (RAW) terlibat dalam serangan di rumah sakit itu.
Dia mengatakan India mendukung serangan teror secara finansial sebagai upaya untuk mengganggu keamanan di Balochistan.
"Saya punya bukti RAW terlibat dalam serangan di Querra. Saya akan menginformasikannya kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif dan kementerian luar negeri," ujar Zehri kepada media lokal.
Pemerintah setempat sudah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.
Serangan bom ini adalah yang kedua terburuk di Pakistan dalam tahun ini. Sebelumnya serangan bomn di Taman Gulshan Iqbal di Lahore menewaskan 75 orang.(mdk/pan)