Koran Yahudi hapus wajah pemimpin dunia wanita ikut aksi di Prancis
Yahudi ultra ortodoks mengharamkan pria berdekatan dengan wanita bukan muhrimnya.
Sebuah koran milik Yahudi ultra konservatif menghapus gambar pemimpin dunia perempuan yang ikut dalam jalan kaki di Prancis memperingati insiden penembakan di kantor tabloid satir Charlie Hebdo. Bagi mereka kebersamaan pria dan wanita bukan muhrim haram.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (14/1), Di Tzeitung menghapus wajah kanselir Jerman Angela Merkel dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo. Malah Perdana Menteri Denmark Helle Thorning Shmidt terpotong mukanya.
Diyakini cara ini demi menghindari kemarahan pembaca berasal dari kalangan ortodoks kaku.
Tak hanya Merkel, Hidalgo, dan Helle, Presiden Swiss Simonetta Sommaru wajahnya juga disamarkan. Para perempuan ini ada di antara 40 barisan pemimpin negara yang sebagian besar lelaki.
Bagi Yahudi Ortodoks perempuan dilarang melakukan kegiatan di luar rumah. Pembaca sekuler mengatakan hal ini sungguh menggelikan, mengganggu, dan menyedihkan.
Pada 2001 Di Tzeitung juga bikin warga Amerika Serikat marah gara-gara menghapus wajah mantan Menteri Dalam Negeri Hillary Clinton. Foto itu memuat situasi dalam Gedung Putih saat berencana membantai mantan pemimpin Al Qaidah Usamah Bin Ladin. Tak hanya itu mereka juga menolak menulis nama wanita anggota parlemen Israel.
Baca juga:
Netanyahu Klaim hanya Israel tempat aman bagi Yahudi
Marah Palestina coba merdeka, Israel stop bantuan Rp 1,5 T
Penerbit AS hapus Israel dari buku peta dunia buatan mereka
Ribuan warga Palestina rayakan Natal di Tepi Barat
India makin erat ke Israel, tarik dukungan pada Palestina di PBB
Jelang Natal, warga Kristen Israel temukan sinagoge zaman Yesus