Komandan Kelompok Militan Taliban Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Udara
Gubernur Provinsi, Mohammad Yasin Khan, mengatakan bahwa Mullah Abdulmanan tewas bersama dengan empat militan lainnya dalam serangan udara di distrik Nawzad pada Sabtu (1/12).
Komandan tertinggi Taliban dilaporkan terbunuh di provinsi Helmand, Afghanistan selatan. Gubernur Provinsi, Mohammad Yasin Khan, mengatakan bahwa Mullah Abdulmanan tewas bersama dengan empat militan lainnya dalam serangan udara di distrik Nawzad pada Sabtu (1/12).
Dikutip dari Radio Farda pada Senin (3/12), Mullah Abdulmanan saat itu sedang bertugas untuk bertanggung jawab di Provinsi Helmand bagi kelompok militan.
Kematiannya telah dikonfirmasi oleh juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid dan oleh militer Amerika Serikat.
"Mereka akan mengalami kesulitan mengintensifkan perjuangan ketika para pejuang dan pemimpin mereka berada di bawah serangan konstan," kata juru bicara Pasukan AS di Afghanistan, Kolonel Dave Butler.
Butler menambahkan, pembicaraan adalah satu-satunya solusi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 17 tahun di Afghanistan itu.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, mengatakan bahwa Mullah Abdulmanan sebagai pemimpin militer gerakan Taliban di Afghanistan selatan dan kematiannya adalah pukulan besar bagi para militan.
"Kematiannya akan menurunkan moral musuh dan menghasilkan peningkatan keamanan di Helmand dan provinsi selatan lainnya," kata Danish.
Pembunuhan Mullah Abdulmanan terjadi meski ada peningkatan upaya oleh pemerintah Afghanistan dan para pendukung Barat untuk mengakhiri perang di Afghanistan.
Bulan lalu, utusan khusus Amerika Serikat Zalmay Khalilzad mengadakan pembicaraan dengan Taliban di Qatar ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan.
Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada 28 November menetapkan apa yang disebutnya sebagai peta jalan untuk pembicaraan damai dengan Taliban dengan mengatakan pemerintahnya telah membentuk tim 12 orang untuk negosiasi.
Para militan sudah lama menolak tuntutan Amerika Serikat untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah barat sebagai pihak pendukung yang berada di Kabul, mereka juga diketahui berjuang untuk melawan serangan dari kelompok militan sejak 2014.
Baca juga:
Afghanistan Bentuk Tim Khusus untuk Perundingan Damai dengan Taliban
Taliban Sergap Iring-iringan Kendaraan Polisi, 20 Orang Tewas
Korban Tewas Bom Bunuh Diri Saat Salat Jumat di Afghanistan Bertambah Jadi 26
Perang Tak Kunjung Usai di Afghanistan, AS Jadi Kambing Hitam
Taliban klaim tembak jatuh helikopter militer Afganistan, 25 tentara tewas