LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kolombia sita 12 ton kokain senilai Rp 4,8 triliun

Kolombia sita 12 ton kokain senilai Rp 4,8 triliun. Kokain tersebut ditemukan tersimpan di bawah tanah empat peternakan di wilayah perkebunan pisang Provinsi Antioquia, dekat perbatasan Kolombia dan Panama.

2017-11-09 12:34:06
Kolombia
Advertisement

Pihak berwenang Kolombia menyita lebih dari 12 ton kokain dari kelompok mafia teratas di negara tersebut kemarin. Kokain tersebut ditemukan tersimpan di bawah tanah empat peternakan di wilayah perkebunan pisang Provinsi Antioquia, dekat perbatasan Kolombia dan Panama.

Ini merupakan tangkapan terbesar dalam sejarah perang melawan perdagangan narkoba di negara tersebut. Pasalnya, nilai jual kokain yang disita diperkirakan mencapai USD 360 juta atau Rp 4,8 trilion berdasarkan pasar Amerika Serikat.

"Berkat operasi polisi dibantu oleh intelijen dari negara-negara sahabat, tangkapan terbesar dalam sejarah ini dibuat," kata Presiden Juan Manuel Santos, dikutip dari laman Reutes, Kamis (9/11).

Dalam operasi yang berlangsung selama tiga hari itu, polisi juga menangkap empat orang yang diduga terlibat dengan perdagangan tersebut.

Santos menghubungkan kokain yang disita itu dengan sebuah geng perdagangan narkoba yang dikenal sebagai Klan Teluk (Gulf Clan), yang menjadi salah satu ancaman terbesar keamanan sejak penandatanganan perdamaian dengan gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Klan Teluk itu dipimpin oleh seorang buronan bernama Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai Otoniel. Amerika Serikat pernah menawarkan bayaran senilai USD 5 juta bagi siapapun yang memiliki informasi yang mengarah kepada penangkapan atau kematiannya.

Selain narkoba, geng yang diperkirakan memiliki anggota sebanyak 1.500 orang itu juga menangani pertambangan ilegal. Para anggota geng tersebut juga sebelumnya bertugas di jajaran kelompok paramiliter sayap kanan.

Baca juga:
Kecam Uber, ribuan taksi konvensional blokir jalan di Bogota
Lucunya monyet laba-laba usia 25 hari di Kolombia
Mengunjungi restoran di dalam penjara wanita Kolombia
Gerakan seksi pasangan penari Kolombia di Festival Salsa Dunia
Menyusuri keindahan Sungai Lima Warna
Wajah memar Paus Fransiskus saat kunjungan ke Kolombia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.