LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kisah Perang Paling Brutal, Seluruh Pasukan Romawi Tewas Diracun dengan "Madu Gila"

Peristiwa ini terjadi pada Perang Mithridates Ketiga, ketika Romawi sedang memperluas kekaisarannya di Anatolia pada 73 dan 63 SM.

2023-05-08 13:52:15
Romawi Kuno
Advertisement

Salah satu momen penyergapan paling brutal dalam sejarah perang adalah ketika seluruh pasukan tentara Romawi diracuni dengan "madu gila" hingga tewas.

Madu gila ini merupakan madu halusinogen yang diproduksi oleh lebah di sekitar pesisir Laut Hitam. Madu ini dapat meracuni dan menyebabkan disorientasi pengonsumsinya, seperti para tentara Romawi.

Peristiwa ini terjadi pada Perang Mithridates Ketiga, ketika Romawi sedang memperluas kekaisarannya di Anatolia pada 73 dan 63 SM.

Advertisement

Raja Mithridates ke-6 dari Pontos, yang dikenal sebagai "Raja Peracun" akibat akal cerdiknya, berhasil menemukan cara untuk menaklukkan musuhnya, tentara Romawi.

Mangkuk berisi racun

Singkat cerita, Raja Mithridates menjadi terobsesi dengan racun setelah ayahnya tewas akibat racun yang mematikan. Ia juga dikenal sebagai raja yang tertarik dengan farmakologi.

Advertisement

Ia juga memiliki ritual mithridatisme, ritual mengonsumsi racun secara rutin yang membuat tubuhnya terbiasa dengan beberapa racun mematikan.

Ketika pasukan Romawi datang, Mithridates mulai melancarkan strateginya dengan memerintahkan pasukannya melepaskan panah beracun, menerbangkan tawon ke terowongan tentara Romawi, dan mengembangkan senjata beracun dari nafta.

Di sepanjang jalan yang akan dilalui tentara Romawi, diletakkan semangkuk "madu gila". Madu ini mengandung konsentrasi neurotoksin kuat yang bernama grayanotoxins.

Bukan kasus pertama

Kandungan tersebut dalam dosis kecil dapat menyebabkan halusinasi, disorientasi, dan mual-mual. Dalam dosis besar, kandungan tersebut dapat menyebabkan komplikasi hati.

Dalam keadaan sempoyongan akibat madu tersebut, di saat itulah pihak Mithridates mulai menyerang dan membunuh pihak tentara Romawi.

Menurut beberapa catatan sejarah, ini bukan kasus pertama penggunaan "madu gila" dalam sejarah. Tiga abad sebelumnya, pasukan Yunani juga pernah menggunakan madu tersebut.

Sementara Mithridates sendiri menurut legenda berusaha bunuh diri dengan menenggak racun setelah pasukannya kalah dalam perang. Namun sayangnya, tubuhnya sudah terbiasa dengan racun itu sehingga dia meminta pengawal untuk membunuhnya.

 

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.