Kirim gambar kelamin ke rekan kerja, penyiar Fox News didepak
Menurut pengakuan 14 sumber, Eric Bolling mengirimkan gambar kelaminnya melalui ponsel kepada dua rekan kerja perempuannya, masing-masing di Fox News dan Fox Business. Kini Bolling berencana menggugat reporter Huffington Post dianggap mencemarkan nama baiknya.
Stasiun televisi Fox News di Amerika Serikat memecat salah satu penyiar kawakan mereka, Eric Bolling. Penyebabnya adalah dia diduga kerap berbuat cabul dengan mengirimkan gambar kelaminnya kepada rekan kerja perempuan.
Dilansir dari laman BBC, Minggu (10/9), kelakuan buruk Bolling dibeberkan pertama kali dalam laporan di surat kabar Huffington Post. Di dalam artikel itu disebutkan menurut pengakuan 14 sumber, Bolling mengirimkan gambar kelaminnya melalui ponsel kepada dua rekan kerja perempuannya, masing-masing di Fox News dan Fox Business.
Karena khawatir mengganggu citra mereka, Fox News memilih mendepak Bolling pada Agustus lalu, tetapi baru mengumumkannya Jumat kemarin. Padahal, dia sudah meneken kontrak jangka panjang pada Juni.
"Kami berterima kasih kepada Eric yang sudah berkarya buat pemirsa setia kami selama sepuluh tahun, dan kami mendoakan yang terbaik buat dia," tulis Fox News dalam keterangannya.
Sejumlah acara Bolling juga dibatalkan. Kuasa hukum Bolling, Michael Bowe, menyatakan kliennya bakal bekerja sama dalam pengusutan itu, supaya bisa kembali bekerja secepatnya.
Usai mengumumkan Bolling tidak bekerja lagi dengan Fox News, malamnya justru datang kabar duka. Anak Bolling, Eric Chase Bolling, meninggal. Dia sedang kuliah memasuki tahun kedua di Universitas Colorado. Eric dan istri langsung terbang ke Colorado malam itu juga.
Bolling mulanya adalah pengusaha dan memilih bergabung dengan Fox Business sepuluh tahun lalu, kemudian pindah ke Fox News. Dia dikenal sebagai penyiar kondang stasiun televisi aliran konservatif AS itu. Dia juga menjadi pendukung setia Presiden Donald Trump dan menuliskan sebuah buku berjudul 'The Swamp'. Kini Bolling berencana menggugat reporter Huffington Post dianggap mencemarkan nama baiknya.
"Saya akan berusaha mengembalikan nama baik saya," kata Bolling.(mdk/ary)