Khotbah sambil menaiki papan luncur, Pastur di Filipina dikecam
Tindakan sang pastur menggunakan hoverboard itu dianggap gereja melanggar tata ibadah
Sebuah rekaman gambar seorang pastur Gereja Katolik di Ibu Kota Manila, Filipina, mendapat kecaman keras dari otoritas keuskupan, lantaran cara khotbahnya yang unik. Papan seluncur otomatis atau yang disebut hoverboard digunakan oleh sang romo memimpin misa pada Malam Natal pekan lalu.
Dalam video yang kini viral tersebut, Pastur Albert San Jose mengitari para jemaah sambil memimpin jalannya prosesi keagamaan. "Tindakan romo itu menyalahi aturan peribadatan," merujuk keterangan tertulis Keuskupan Katolik San Pablo di akun Facebook resminya, seperti dikutip BBC, Rabu (30/12).
Dalam kritiknya, keusukupan meyakini prosesi Ekaristi harus berjalan dengan hikmat dan hormat. Sang pastur jangan sampai melakukan sesuatu yang menarik perhatian dan menghilangkan konsentrasi jemaat beribadah.
Akibat tindakannya itu, sang pastur diskors oleh gereja dari tugas-tugas pelayanan sampai batas waktu belum ditentukan. Romo Albert membuat permintaan maaf pada jemaat dan gereja akibat tindakannya.
Setelah videonya ramai di Youtube, netizen banyak berdebat soal tindakan sang romo. Sebagian netizen membela pastur nyeleneh ini, sembari mempertanyakan mengapa penggunaan teknologi malah memicu kontroversi, toh dia masih tetap melakukan tugasnya. Sebagian lagi menganggap ini merupakan hal konyol yang dilakukan sang pendeta.
Berikut video yang bikin heboh umat Katolik sedunia itu:
Baca juga:
Goa Maria & kisah Desa Palasari di Bali yang penduduknya Kristen
Masjid Nabawi berikan khotbah Jumat dalam bahasa isyarat
Salawat 'Malam Kudus' ala Cak Nun beredar di Youtube
Dakwah kultural ala Cak Nun yang kadang bikin kontroversi
Koleksi ratusan video ISIS, WNI ditangkap di Malaysia