LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ketua hakim IPT tunanetra, peduli masa depan penegakan HAM Indonesia

Zakeria Mohammed Yacoob (67) adalah pensiunan hakim konstitusi Afsel. Sosoknya dipuji sastrawan Martin Aleida

2015-11-12 20:29:25
Sidang Rakyat 1965 di Belanda
Advertisement

Sidang rakyat Internasional (IPT) 1965 di Den Haag, Belanda, memasuki hari ketiga. Selain deretan kesaksian mengejutkan dari korban pelanggaran hak asasi berat akibat tindakan TNI membersihkan komunis, ada satu sosok menjadi pembicaraan peserta sidang. Dia adalah Zakeria Mohammed Yacoob, Ketua Sidang IPT, asal Afrika Selatan.

Pria akrab disapa Zac ini peyandang tunanetra sejak lahir. Keterbatasan fisik tidak mengurangi kemampuan sosok 67 tahun itu memimpin sidang IPT, termasuk menggali keterangan saksi-saksi.

Pengguna Facebook Sinta Ridwan, hari ini, Kamis (12/11), membagikan profil Zac yang sangat menginspirasi baginya. "Seorang yang sangat keren menurutku. Ia adalah Zac Yacoob dari Afrika Selatan dan ia buta. Ia melihat dengan mata hatinya langsung," tulisnya.

Advertisement

Nurlan Daulay, sastrawan korban '65 yang lebih populer dengan nama pena Martin Aleida, juga menuliskan kekagumannya pada sosok Zac. Martin hadir sejak sidang hari pertama, menyaksikan sekaligus memberi kesaksian mengenai penahanan paksa serta penyiksaan terduga komunis selepas G30S.

"Perhatianku dirampasnya karena dia buta. Lulus sarjana hukum dari perguruan tinggi untuk orang buta. Aku terpesona memperhatikan gerak-gerik tubuhnya," tulis Martin dalam akun Facebook resminya.

Zac adalah keturunan India yang kemudian besar di Afrika Selatan. Kendati tak bisa melihat, Zac berhasil dalam pendidikan. Dia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Kwa-zulu Natal.

Advertisement

"(Zac) paling jelas melihat kejahatan di negeriku dibandingkan semua yang hadir," imbuh Martin.

Pada masa mudanya, Zac sudah aktif menentang praktik rasisme Apartheid. Setelah Nelson Mandela menjadi presiden, Zac terlibat dalam pemerintahan. Sepanjang 1998-2013 dia menjabat Hakim Konstitusi Afrika Selatan. Selain pakar dalam urusan konstitusi, Zac kerap mengikuti konferensi mengenai kebutaan, perlindungan anak, serta demokrasi.

Hakim yang telah purna tugas ini sekarang terlibat dalam persidangan yang digelar pegiat HAM Indonesia demi membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan 50 tahun lalu akibat gonjang-ganjing politik.

Zac pula yang memimpin sidang yang menghadirkan Tintin Rahaju, guru sekaligus mahasiswa pegiat PMKRI yang dituding Gerwani. Dalam kesaksian menyayat tersebut, Tintin mengaku beberapa pekan setelah G30S, diculik paksa ke Kantor Corps Polisi Militer, Yogyakarta. Dia dituduh melakuken gerilya politik.

Karena merasa tak bersalah dan tidak mengaku, Tintin ditelanjangi dan dipaksa melayani syahwat polisi militer yang menginterogasinya.

"Dalam keadaan telanjang itu, saya dipegang oleh dua orang. Mengarah ke setiap pemeriksa itu, saya disuruh menciumi kelamin mereka," kata saksi itu dalam sidang. Zak Yacoob menyempatkan memuji keberanian Tintin karena bersedia merekonstruksi ulang peristiwa menyakitkan di masa lalu.

Dalam sidang hari ketigaIPT membahas penghilangan paksa terduga komunis, serta bukti adanya propaganda masif pemerintah Orde Baru mendiskreditkan keluarga tapol serta komunisme.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.