LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ketika ujaran kebencian di Facebook menindas muslim Rohingya di Myanmar

Ketika ujaran kebencian di Facebook menindas muslim Rohingya di Myanmar. April lalu bos Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada para senator Amerika Serikat, media sosial yang dipimpinnya merekrut puluhan warga bisa berbahasa Myanmar untuk mengatasi isu ujaran kebencian di negeri itu.

2018-08-16 07:23:00
Muslim Rohingya
Advertisement

April lalu bos Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada para senator Amerika Serikat, media sosial yang dipimpinnya merekrut puluhan warga bisa berbahasa Myanmar untuk mengatasi isu ujaran kebencian di negeri itu.

Sebanyak lebih dari 700 ribu muslim Rohingya mengungsi akibat kekerasan militer sejak Agustus tahun lalu. Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Maret lalu mengatakan media sosial Facebook dipakai untuk memicu kekerasan dan menyebarkan kebencian terhadap etnis minoritas muslim Rohingya. Facebook, kata penyelidik PBB itu, menjadi 'alat yang sangat beringas'.

Dikuti dari laman Reuters, Rabu (15/8), berikut contoh ujaran kebencian yang beredar di Facebook berasal dari Myanmar:

Advertisement

Seorang pengguna pernah mengunggah sebuah iklan restoran menampilkan makanan khas Rohingya dengan keterangan: "Kita harus memerangi mereka seperti yang Hitler lakukan terhadap kaum Yahudi," kalar sialan!" ujar si pengguna menyebut orang Rohingya. Unggahan itu muncul pada Desember 2013.

Sebuah unggahan dari berita dari media milik militer Myanmar mengabarkan soal penyerangan terjadap pos polisi dilakukan militan Rohingya.

"Makhluk-makhluk anjing kalar ini, si Bengali, membunuhi dan menghancurkan tanah kita, air kita, dan etnis kita," ujar seorang pengguna. "Kita harus hancurkan ras mereka. Unggahan itu muncul pada September ketika kekerasan memuncak di Negara Bagian Rakhine.

Advertisement

Seorang pengguna lain menyebarkan sebuah foto memperlihatkan kapal bermuatan pengungsi Rohingya yang berlabuh di Indonesia.

"Siramkan bensin dan bakar supaya mereka lebih cepat menemui Allah," kata seseorang. Unggahan itu muncul 11 hari setelah Zuckerberg bersaksi di depan Senat.

Ujaran-ujaran kebencian itu hanya beberapa di antara lebih dari seribu contoh yang ditemukan Reuters di Facebook tentang kekerasan terhadap muslim Rohingya. Semuanya berbahasa lokal Birma.

Selain itu masih banyak unggahan yang lebih parah menyebut muslim Rohingya sebagai anjing, cacing, pemerkosa, layak jadi makanan babi, layak dibunuh atau dimusnahkan. Materi ujaran kebencian juga meliputi foto-foto pornografi yang kasar. Facebook punya aturan yang melarang tulisan menyerang kelompok etnis atau menyamakan mereka dengan binatang. Facebook juga punya aturan ketat soal pornografi.

Selama bertahun-tahun Facebook yang pendapatannya mencapai USD 15,9 miliar pada 2017 berusaha memerangi ujaran kebencian di Myanmar. Awal 2015, hanya ada dua orang di Facebook yang bisa berbahasa Birma untuk menangani unggahan semacam itu. Sebelumnya hanya unggahan orang Myanmar berbahasa Inggris saja yang bisa dipantau.

Bahkan sampai sekarang Facebook tidak mempunyai satu pun pegawai di Myanmar yang berpenduduk 50 juta jiwa. Mereka memantau ujaran kebencian di Myanmar dari luar negeri.

Baca juga:
Myanmar minta Bangladesh hentikan pengiriman bantuan untuk Rohingya
Mempertahankan tradisi di tanah pelarian
Kamp transit buat warga Rohingya di Myanmar sepi dari pengungsi
'Pejabat militer Myanmar harus diadili di Mahkamah Kriminal Internasional'
Kisah pengungsi Rohingya bertahan hidup menjadi nelayan
Myanmar dan PBB sepakat lakukan repatriasi aman bagi warga Rohingya

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.