Kerja seharian pakai hak tinggi, kaki perempuan ini berdarah
Peraturan sepatu restoran di Edmonton, Kanada, itu sangat ketat. Alhasil, ada karyawati patah kuku jari
Restoran Joey yang terletak di jalan Jasper, Edmonton, Kanada, diprotes oleh netizen. Protes bermula dari unggahan foto kaki seorang karyawannya.
Foto yang diunggah oleh Nicola Gavins, merupakan foto kaki sahabatnya yang berdarah lantaran bekerja seharian menggunakan sepatu hak tinggi.
Gavins yang bekerja sebagai penata rias paruh waktu, memilih untuk mengunggah kaki temannya yang berdarah setelah seharian bekerja di rumah makan tersebut mengenakan sepatu hak tinggi.
Dikutip dari metro.co.uk, Selasa (10/5), dalam unggahan tersebut, Gavins menjelaskan bahwa temannya harus mengenakan sepatu hak tinggi tertutup untuk bekerja.
"Untuk semua yang makan di Joey Restaurants, peraturan mereka adalah semua staf perempuan diwajibkan memakai hak tinggi yang tidak sesuai dengan instruksi medis. Teman saya, kakinya berdarah karena dia kehilangan kuku jari kakinya. Hal itu disebabkan dia harus bekerja seharian penuh menggunakan sepatu hak tinggi," kata Gavins dalam keterangan foto tersebut.
Gavis juga mengungkapkan, untuk pelayan wanita, rumah makan tersebut mengenakan biaya pada seragamnya.
"Staf perempuan harus membayar sebuah seragam dengan harga USD 30 (setara Rp 400 ribu), sementara untuk pekerja pria, mereka boleh menggunakan baju dari lemari sendiri," lanjut dia.
Menurut dia, restoran tersebut hanya mementingkan pencitraan seksi dengan kebijakan-kebijakan dan persyaratan kuno yang egois. Baginya, rumah makan tersebut tidak berperikemanusiaan kepada perempuan.
"Saya memiliki banyak teman yang kerja di industri jasa dan tahu banyak perempuan-perempuan itu masih mendapatkan tips besar tanpa harus mengorbankan kenyamanan mereka saat melayani tamu," tuturnya.
Para netizen yang mengetahui hal ini marah besar kepada pihak rumah makan. Mereka meminta kebijakan tersebut diganti.
Meski demikian, rumah makan ini membantah kebijakan tersebut. Mereka mengaku kecewa dengan unggahan yang dianggap mencemarkan nama baik restoran.
"Kami sangat kecewa melihat unggahan karyawan kami tersebut dan segera menghubungi dia. Setelah berbicara dengan dia, kami ingin mengungkapkan kebijakan dan pedoman kami yang benar," kata managemen restoran tersebut.
"Mereka bebas memilih apa yang nyaman untuk mereka sendiri. Selain itu, tidak ada kebijakan mengenai pemakaian sepatu hak tinggi, maksimal hak yang digunakan para pelayan adalah 2,5 sentimeter," kata jubir rumah makan dalam pernyataan tertulis, membantah tudingan unggahan foto tersebut.
Baca juga:
Tragis, gadis Prancis siarkan aksi bunuh diri di sosmed
Awas, ini bahaya keseringan 'komen' di sosial media!
Logo baru Instagram jadi bahan sindiran di Twitter
Bocah umur 10 tahun retas Instagram, diberi hadiah Rp 130 juta
Ini 7 teka-teki gambar yang lagi bikin heboh internet, bisa jawab?