Kerja sama militer RI-Australia ditunda sampai investigasi selesai
Kerja sama militer RI-Australia ditunda sampai investigasi selesai. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku memperoleh informasi bahwa investigasi kasus penghinaan Pancasila di Australia akan dilakukan hingga akhir bulan ini. Meski begitu, Indonesia belum akan melanjutkan kerja sama sampai penyelidikan selesai.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, usai rapat kerja gabungan dengan Komisi I DPR RI dan Kementerian Pertahanan, TNI dan BIN, mengucapkan komunikasi dengan tim dan Duta Besar RI untuk Australia terus dilakukan. Meski demikian, Retno mengaku memperoleh informasi bahwa investigasi akan dilakukan hingga akhir bulan ini.
"Tadi saya melakukan komunikasi kembali dengan tim kami yang ada di Australia dan Pak Dubes RI di sana, secara langsung memang diperoleh informasi bahwa investigasi akan diselesaikan sampai akhir bulan ini," ucap Retno saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).
Selain itu, peninjauan kembali terhadap kurikulum tersebut juga akan diselesaikan pada akhir bulan ini.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ditemui di kesempatan yang sama, mengatakan hubungan bilateral di bidang pertahanan tetap baik, walaupun adanya penundaan pelatihan pendidikan tersebut.
"Hubungan tetap baik, meski pelatihan dan pendidikan ditunda, kita lihat situasi lah, dia sudah menyelesaikan masalahnya, sudah menghukum yang bersangkutan, sudah baik lah," seru Ryamizard kepada awak media.
Sedangkan, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo juga menuturkan, Panglima Militer Australia akan datang ke Indonesia pada 8 Januari mendatang, membahas kelanjutan masalah ini.
Baca juga:
Warga Serang minta Merah Putih ditulisi huruf Mandarin diturunkan
Geruduk Gedung Sate, massa tolak Habib Rizieq diproses hukum
DPR sebut larangan coret-coret bendera RI diatur dalam Undang-undang
Dibantu kebebasan, Nurul sebut Arifin Ilham pakai 'Yang Mulia Ustaz'
PKS kritik Polri tangkap Nur Fahmi karena bendera RI ditulis Arab