Kerja sama jet tempur dengan Korsel tetap berlanjut meski Indonesia belum bayar
Langkah tersebut diambil meski Indonesia belum membayar dana kontribusi senilai USD 200 juta dolar atau sekitar Rp 3 triliun kepada negara tersebut.
Korea Selatan menyatakan bahwa kesepakatan proyek pengembangan jet tempur dengan Indonesia akan tetap dilanjutkan. Langkah tersebut diambil meski Indonesia belum membayar dana kontribusi senilai USD 200 juta dolar atau sekitar Rp 3 triliun kepada negara tersebut.
"Selama KTT Korea Selatan-Indonesia pada September lalu, kami sepakat untuk terus mengembangkan KF-X. Soal dana kontribusi Indonesia, kami akan melakukan negosiasi lebih lanjut," kata juru bicara Korsel yang dilansir dari The Straits Time, Senin, (22/10).
Sebelumnya pada 2014 lalu, Indonesia dan Korsel sepakat untuk mengembang jet tempur 'KF-X'. Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar USD 7,9 miliar atau sekitar Rp 119.8 triliun.
Indonesia telah setuju untuk membayar 20 persen dari biaya pengembangan tersebut. Namun, salah seorang pejabat Indonesia Jumat lalu mengatakan sedang menegosiasikan keringan finansial.
Lembaga pengadaan senjata Korea Selatan, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan, mengatakan dalam konferensi pers bahwa proyek itu sedang berlangsung.
Juru bicara membenarkan bahwa Indonesia belum memberikan kontribusinya dari pertengahan tahun 2017 dan awal tahun 2018.
Baca juga:
Presiden Jokowi terima kunjungan Menlu Arab Saudi di Istana Bogor
Indonesia akan segera memiliki pabrik ban pesawat pertama
Menhan tingkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN lawan teroris
Wapres JK & pemimpin negara Asia-Eropa hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12
Sandiaga sebut kerjasama diplomatik dengan Israel lihat kondisi ekonomi Indonesia
Netanyahu ingin buka hubungan diplomatik dengan Indonesia