Kereta menghubungkan Korsel-Korut akan kembali beroperasi
Kereta menghubungkan Korsel-Korut akan kembali beroperasi. Donghae dan Gyeongui merupakan nama dua jalur rel kereta bersejarah yang menyambungkan wilayah Korea Selatan dengan Korea Utara.
Pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in Jumat lalu menghasilkan sejumlah kesepakatan damai, menandai berakhirnya Perang Korea yang sudah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Dilansir dari Globail Rail News, Minggu (29/3), bagian dari kesepakatan Panmunjom Declaration for Peace, Prosperity and Reunification ini termasuk "mengambil langkah-langkah praktis untuk menghubungkan dan memodernisasi jalur rel kereta Donghae dan Gyeongui".
Donghae dan Gyeongui merupakan nama dua jalur rel kereta bersejarah yang menyambungkan wilayah Korea Selatan dengan Korea Utara.
Jaringan rel Donghae berawal dari kota Busan, yang kemudian berlanjut menyusuri pantai timur Korea Selatan hingga Seoul.
Adapun jaringan rel Gyeongui merupakan jalur terusan dari Seoul menuju Korea Utara melewati wilayah tengah Semenanjung Korea.
Kedua jaringan rel kereta tersebut dibangun pertama kali oleh pemerintah kolonial Jepang, ketika berupaya mempertahankan pengaruhnya di wilayah barat laut China, termasuk Manchuria yang menjadi sumber konflik dengan Rusia dan China pada Perang Dunia II.
Sementara itu, setelah terpisah pasca-berakhirnya Perang Korea pada 1953, sebagian ruas jaringan rel Gyeongui di wilayah Korea Utara 'hilang' oleh pembangunan wilayah perbatasan, termasuk Zona Larangan Militer.
Selain itu, sebagian ruas jaringan rel terkait di wilayah Korea Selatan benar-benar hilang akibat serangkaian aksi pencurian balok dan besi.
Baru pada 2003, jaringan rel bersejarah itu kembali disambung berkat disepakatinya perjanjian ekonomi kedua negara -- termasuk pembukaan kawasan industri khusus Kaesong pada Juni 2004.
Kilas balik beberapa tahun sebelumnya, rencana penyambungan kembali jaringan rel kereta antara kedua negara, sejatinya telah disepakati sejak tahun 2000.
Meski pembangunan kembali jaringan rel kereta tersebut utamanya sebagai angkutan barang, namun pemerintah kedua negara juga menyepakati fungsi lainnya, untuk menyatukan kembali keluarga yang terpisah di Utara dan Selatan setelah gencatan senjata pada 1953.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
4 Fakta kemesraan pertemuan pemimpin Korut dan Korsel yang menorehkan sejarah
Dubes Korsel untuk Indonesia: Era kedamaian baru saja dimulai
Trump isyaratkan ingin bertemu Kim Jong-un di perbatasan Korea
Presiden Korsel sebut Trump layak dapat Nobel Perdamaian
Bersinarnya keyakinan warga Korea akan harapan perdamaian