Kerangka Manusia 5.000 Tahun Jadi Bukti Paling Awal Sejak Kapan Manusia Berkuda
Tulang manusia nomaden yang hidup di Eropa tenggara ribuan tahun lalu mengungkap bukti paling awal aktivitas berkuda.
Tulang manusia nomaden yang hidup di Eropa tenggara ribuan tahun lalu mengungkap bukti paling awal aktivitas berkuda.
Menurut analisis terhadap tulang manusia dari kebudayaan Yamnaya itu, yang hidup di padang rumput Eurasia antara tahun 3021 sampai 2501 SM, orang-orang di zaman itu tidak hanya memelihara kuda untuk diperah susunya tapi juga mengendarainya dan membantu mereka menggembala sapi dan domba.
"Berkuda tampaknya berevolusi tidak lama setelah domestikasi kuda di stepa Eurasia barat selama milenium keempat SM," jelas arkeolog Universitas Helsinki di Finlandia, Volker Heyd, dikutip dari laman Science Alert, Senin (6/3).
"(Aktivitas) itu umum di kalangan anggota kebudayaan Yamnaya antara 3000 dan 2500 SM," imbuhnya.
Sebelumnya ditemukan bukti jejak susu kuda di pecahan tembikar dan peptida susu kuda dalam penumpukan kalkulus pada gigi orang Yamnaya, jadi kemungkinan makanan menjadi alasan dasar mereka memelihara kuda.
Para peneliti mengembangkan enam kelompok kriteria yang bisa dijadikan bukti aktivitas berkuda yang dilakukan orang Yamnaya. Kriteria ini di antaranya pola stres pada tempat perlekatan otot di panggul dan tulang paha; perubahan spesifik pada bentuk soket pinggul; tanda yang disebabkan oleh tekanan soket pinggul di kepala tulang paha; bentuk dan diameter batang tulang paha; keausan pada tulang belakang yang disebabkan oleh kompresi kejut berulang; dan trauma apa pun yang terkait dengan jatuh atau ditendang atau digigit kuda.
Para peneliti meneliti 217 kerangka yang ditemukan di 39 situs. Dari kerangka-kerangka ini, 150 terkait dengan kebudayaan Yamnaya. Dari kerangka orang Yamnaya ini, 24 kemungkinan pernah menunggang kuda.
Lima orang Yanmaya ditemukan kemungkinan besar memang penunggang kuda; dua kerangka lain yang ada sebelum Yamnaya, dan dua lagi yang muncul setelahnya, juga kemungkinan besar adalah penunggang kuda.
Para peneliti mengatakan, dua kerangka sebelum kemunculan orang Yanmaya itu sangat menarik, menunjukkan bahwa metodologi tim dapat memiliki aplikasi yang lebih luas.
"Sebuah kuburan bertanggal sekitar 4300 SM di Csongrad-Kettőshalom di Hungaria, yang telah lama diduga dari pose dan artefaknya adalah seorang imigran dari stepa, secara mengejutkan menunjukkan empat dari enam patologi berkuda, yang mungkin mengindikasikan mengendarai (kuda) satu milenium lebih awal dari Yamnaya," kata antropolog David Anthony dari Hartwick College.
"Sebuah kasus terpisah tidak dapat mendukung kesimpulan yang tegas, tetapi di kuburan Neolitikum pada zaman ini di stepa, jasad kuda kadang-kadang ditempatkan di kuburan manusia bersama dengan sapi dan domba, dan gada batu diukir menjadi bentuk kepala kuda. Jelas, kita perlu menerapkan metode ini ke koleksi yang lebih tua," pungkas Anthony.
(mdk/pan)