Kena rayu, sipir cantik bantu napi pemerkosa kabur dari penjara
Sipir Lapas Zurich bernama Angela Magdici (32) itu dikhawatirkan terpengaruh paham ekstrem napi asal Suriah
Otoritas Keamanan Swiss menggelar operasi pencarian besar-besaran setelah seorang narapidana kabur dari Penjara Limmatal, Kota Zurich, awal pekan ini. Napi yang kabur itu bernama Hassan Kiko (27), dibantu seorang sipir bernama Angela Magdici (32).
Sipir berparas ayu itu diduga kuat membantu Kiko kabur karena jatuh cinta pada sang napi. Keluarga Magdici membenarkan adanya sms-sms di ponsel sipir ini yang menunjukkan indikasi hubungan asmara terlarang.
"Sangat jelas ada faktor keterlibatan orang dalam pada pelarian narapidana kali ini. Ada kedekatan personal antara sipir dan narapidana yang kabur," kata Juru Bicara Lapas Limmatal Zurich, Rebecca de Silva, seperti dilansir Mirror, Jumat (12/2).
Magdici sudah memiliki suami, namun entah mengapa berhasil dirayu narapidana asal Suriah itu.
Kiko adalah tahanan politik rezim Basyar al-Assad, sebelum kemudian kabur dari Suriah. Kiko menerima suaka pemerintah Swiss pada 2010 lalu. Tapi empat tahun berikutnya, dia terbukti memerkosa remaja 15 tahun, sehingga akhirnya dipenjara.
Vasili Magdici, suami dari sipir yang membantu pelarian Kiko, mengaku istrinya berubah lima bulan terakhir. Setelah melihat tayangan televisi tentang kesengsaraan pengungsi Suriah, Angela sering termenung di rumah.
Vasili menduga, simpati pada warga Suriah itu membuat istrinya tertarik dengan Kiko. "Dia pernah beberapa kali menerima SMS berbahasa Arab dan terlihat sangat tertarik menerjemahkannya," kata Vasili. Sang suami kini khawatir istrinya yang selingkuh itu tertarik paham ekstrem lalu berangkat ke Suriah.
Belum jelas bagaimana sipir wanita itu membantu Kiko kabur dari penjara. Polisi masih menduga pasangan selingkuh ini masih berada di wilayah Swiss. Angela dan Kiko kabur menggunakan mobil BMW milik Vasili.
Baca juga:
Donald Trump mengaku siap usir bocah pengungsi Suriah dari AS
Video ini gambarkan kehancuran Suriah akibat perang 5 tahun
Intelijen Jerman temukan 100 militan pura-pura jadi imigran
Mantel untuk pengungsi ini bisa menjadi tenda dan kantong tidur
Swedia berencana mengusir 80 ribu imigran
4 Strategi Eropa cegah terulangnya pelecehan seksual imigran