Kemlu: Semua delegasi KAA setuju mendukung Palestina merdeka
Perwakilan kepala negara beri sinyal sepakat dengan tiga dokumen yang akan jadi sikap KAA 2015
Direktur Jenderal Asia Pasifik & Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri K. Thamrin menyatakan respon delegasi terhadap pidato Presiden Joko Widodo di pembukaan KTT Asia Afrika sangat positif. Dia pun meyakini sidang pleno akan menyetujui tiga dokumen utama yang hendak dihasilkan dari pertemuan ini.
Berkaca dari pertemuan tingkat menteri yang digelar sejak Minggu (19/4), hingga sidang pleno antar kepala negara hari ini, Rabu (22/4), Yuri menyatakan tidak ada perdebatan berarti soal rumusan sikap KAA.
"KTT Asia Afrika ini akan meng-endorse dokumen sudah disiapkan melalui pertemuan tingkat senior dan pejabat menteri. Kalau melihat dari ungkapppan negara tadiu mereka sasngat menerima baik. Kami membayangkan bahwa outcome dokumen yang sudah disiapkan akan diterima kepala negara," kata Yuri dalam jumpa pers di Balai Sidang Jakarta.
Salah satu dokumen utama yang menjadi sorotan adalah Deklarasi 21 kepala negara mendukung kemerdekaan Palestina segera. Ini akan menjadi dukungan simbolis paling besar, di sebuah forum resmi, terhadap negara yang wilayahnya masih dijajah oleh Israel sejak 1967 itu.
Dua dokumen penting lainnya adalah Bandung Message dan Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategi Baru Asia dan Afrika.
Yuri menjelaskan, beberapa delegasi sudah mengapresiasi pidato Presiden Jokowi. Beberapa hal yang disinggung RI-1 misalnya perombakan PBB, penguatan kerja sama Asia-Afrika di perdagangan dan pengamanan laut, serta mengatasi ketergantungan pada IMF atau Bank Dunia.
"Banyak delegasi yang menyampaikan mereka sangat menghargai terkait dengan ppidato presiden. Mereka mengaggap menginspirasi,"ungkapnya.
Menurut Kementerian Luar Negeri, acara hari keempat ini akan diisi dengan pertemuan bilateral setelah sidang pleno. Ada 13 kepala negara yang diberikan kesempatan bicara.
Dibanding seremoni, akan sangat banyak pembicaraan antar kepala negara. Presiden Jokowi saja, sebagai contoh, sejak siang hingga sore bertemu Jepang, China, Singapura, dan Negara-Negara Islam yang masuk dalam OKI.
Yuri menyatakan kepala negara yang menghadiri KAA diharap bisa leluasa menemui rekanan yang diinginkan. "Latar belakangnya acara sebesar ini adalah kesempatan kepala negara saling bertemu. Sehingga rasa memilikinya terwujud. Peluang kepala
negara berinterasi untuk melakukan kerjasama bilateral khususnya untuk investasi."
(mdk/ard)