Kemlu pastikan keselamatan WNI dalam bencana gempa di Ekuador
Jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 77 jiwa, korban luka sebanyak 600 orang.
Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Ekuador pada Sabtu malam kemarin menimbulkan puluhan korban jiwa. Gempa berpotensi tsunami ini diketahui terjadi di pantai tengah Ekuador dengan pusat gempa berjarak 173 kilometer dari ibukota Ekuador, Quito.
Berita terbaru menyebut 77 orang meninggal dunia dengan korban luka mencapai 600 orang, sumber otoritas setempat seperti diberitakan CNN. Pemerintah setempat telah menyatakan keadaan darurat nasional dengan evakuasi di daerah pesisir pantai Ekuador terus dilakukan dan perkiraan jumlah korban masih mungkin terus bertambah.
Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito mendapat informasi bahwa sejauh ini tidak ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa dan masyarakat Indonesia dilaporkan dalam keadaan baik.
"Dari data KBRI Quito, jumlah WNI yang berada di Ekuador berjumlah sekitar 45 orang dan sebagian besar tinggal di daerah pegunungan. Dua orang WNI pelaut terdata tinggal di daerah Manta, dekat lokasi gempa," sumber keterangan pers Kemlu yang diterima merdeka.com, Minggu (17/4).
Sejauh ini, KBRI Quito terus memantau keadaan para WNI dan mengimbau para WNI untuk tetap waspada dan menghindari berpergian ke daerah pesisir pantai Ekuador.
KBRI Quito akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta jaringan masyarakat Indonesia di Ekuador untuk memonitor perkembangan situasi pasca gempa.
Untuk dicatat, Kemlu memberikan Hotline KBRI Quito untuk informasi perkembangan terkait di nomor +593 99 727 8520 (Bapak Herman).
Baca juga:
Reruntuhan bangunan akibat gempa 7,8 SR di Ekuador
Gempa 7,8 SR guncang Ekuador, 28 orang tewas
Pesawat militer Ekuador jatuh di Hutan Amazon, 22 orang tewas
Intip keseruan bekas bandara di Ekuador disulap jadi lahan rekreasi
'Pria' ini dihamili pasangan 'perempuannya'