Kemlu buat 7 program kerja sama perkuat hubungan Asia dan Afrika
Program kerja sama ini ditujukan untuk muda mudi Asia dan Afrika guna perkuat hubungan negara dua benua.
Kemlu buat tujuh program kerja sama dengan negara-negara di Asia dan Afrika dalam memperingati Konferensi Asia Afrika ke-60. Ketujuh program tersebut antara lain pelatihan budi daya ikan air tawar, kewirausahaan, otomotif, pariwisata untuk warga perbatasan, manajemen kearsipan, pemerintahan dan pemberantasan korupsi, serta kunjungan media.
Ketujuh program ini merupakan program lanjutan dari kegiatan yang dilaksanakan bulan Oktober lalu. Ada pun kegiatan program pada bulan Oktober berupa kegiatan akademisi yang diikuti sekitar 200 peserta dari 20 negara.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi sendiri mengatakan tujuan dari diadakannya kegiatan serta program ini, untuk semakin mempererat hubungan negara-negara di kedua benua.
"Para pemimpin kita telah mencapai sejumlah keputusan penting pada KAA lalu. Namun, pelaksanaan dari keputusan penting itu yang menjadi dasar dari kerja sama kita," ucap Menlu Retno dalam pidatonya pada pembukaan Program Kerja Sama Selatan-Selatan dalam peringatan KAA ke-60 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (9/11).
Para peserta dari program ini berasal dari berbagai negara di Asia dan Afrika, seperti Aljazair, Azerbaijan, Bangladesh, Ethiopia, Fiji, India, Indonesia, Irak, Iran, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Kyrgystan, Laos, Lesoto, Madagaskar, Maroko, Mozambik, Myanmar, Nigeria, Papua Nugini, Singapura, Korea Selatan, China, Sri Lanka, Sudan, Tajikistan, Thailand, Filipina, Timor Leste, Tunisia, Turkmenistan, Uzbekistan, Vietnam, Yaman, dan Zimbabwe.
Menlu Retno juga mengatakan, penyelenggaraan program ini nantinya akan dilaksanakan di Bandung, Bekasi, Jakarta, Semarang, Sukabumi, dan Papua.
Baca juga:
Indonesia siap berbagi pengalaman berantas korupsi pada KAA
Menlu RI angkat isu terorisme saat melawat ke Forum ASEM Eropa
Sidang rakyat pembantaian PKI digelar di Belanda, pemerintah gerah
Diprotes lantaran bakar reog Ponorogo, ini penjelasan KJRI Davao
Indonesia dorong perdamaian dan rekonsiliasi di ASEAN