LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kementerian Luar Negeri belum dapat informasi soal Rusia latihan militer di Papua

Kementerian Luar Negeri belum dapat informasi soal Rusia latihan militer di Papua. Bulan lalu militer Rusia menempatkan 110 tentara dan sejumlah pesawat militernya di Bandara Biak, Papua. Kabar ini sempat membuat gerah Australia karena mereka menduga kedatangan militer Rusia untuk memata-matai mereka.

2018-01-04 15:43:14
Rusia
Advertisement

Bulan lalu militer Rusia menempatkan 110 tentara dan sejumlah pesawat militernya di Bandara Biak, Papua. Kabar ini sempat membuat gerah Australia karena mereka menduga kedatangan militer Rusia untuk memata-matai mereka. Namun pihak Rusia mengatakan kedatangan mereka hanya untuk melakukan latihan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir belum mengetahui maksud dan tujuan Rusia di Papua.

"Terkait dengan latihan militer Rusia di Papua, saya belum mendengar ada latihan. Yang saya tahu beberapa saat yang lalu, pesawat Rusia melewati kawasan kita. Tapi kalau latihan masih harus dicek," kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri, Kamis (4/1).

Advertisement

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku sudah mendengar informasi bahwa serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak sehingga menimbulkan kecurigaan Australia. Namun, informasi itu belum terkonfirmasi.

"Sudah dengar tapi belum telepon (pihak Rusia dan Australia)," ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Wiranto berencana menghubungi pihak Rusia. Terpisah, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto enggan berkomentar soal pelatihan serdadu militer Rusia di Biak. Hadi mengaku bakal mencermati dahulu informasi tersebut baru memberikan respons.

Advertisement

"Saya lihat dulu masalahnya," ucapnya.

Dilansir dari laman ABC News, Minggu (31/12), Kementerian Pertahanan Australia sempat menerapkan status siaga di Pangkalan Angkatan Udara di Darwin, karena menduga angkatan udara Rusia melakukan misi mata-mata melalui pelatihan militer di Biak. Kecurigaan ini bukan tanpa alasan, sebab serdadu militer Rusia tidak hanya membawa dua pesawat pengangkut Ilyushin (Il-76) dan 81 personel, tetapi juga menurunkan dua pesawat pembom taktis Tupolev (Tu-95) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

"Angkatan Bersenjata Australia sengaja meningkatkan kewaspadaan buat menghadapi situasi yang berkembang," demikian pernyataan disampaikan Kementerian Pertahanan Australia.

Baca juga:
Wiranto sudah dengar ada pelatihan militer Rusia di Papua
Australia ketar-ketir saat militer Rusia latihan terbang dari Biak
Pasukan elite militer Turki: 'Kami datang bersama kematian'
Sangarnya Irak pamer alutsista canggih dalam parade militer di Zona Hijau
Perwira AL AS terbukti disogok dengan pelacur oleh pengusaha Singapura

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.