Kelab malam Tunisia ditutup usai putar lantunan azan buat disko
Kelab malam Tunisia ditutup usai putar lantunan azan buat disko. Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang berdisko di akhir pekan di klub malam itu ketika lagu berisi lantunan azan diputar beredar di media sosial dua hari lalu. Acara pesta itu berlangsung di Hammamet, tempat wisata terkenal di Tunisia.
Pihak berwenang di Tunisia menutup aktivitas sebuah klub malam lantaran seorang pemandu lagu memutar lagu disko berisi lantunan azan saat pesta.
Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang berdisko di akhir pekan di klub malam itu ketika lagu berisi lantunan azan diputar beredar di media sosial dua hari lalu.
Laman France24 melaporkan, Selasa (4/4), cuplikan video itu menuai perdebatan di media sosial. Acara pesta itu berlangsung di Hammamet, tempat wisata terkenal di Tunisia. Penyelenggara pesta di lokasi itu adalah dua pemandu lagu asal Eropa.
"Setelah memastikan fakta yang ada kami memutuskan menutup kelab malam ini," ujar Gubernur Nabeul Mnaouar Ouertani kepada kantor berita AFP.
Dia menuturkan penyelidikan tengah berlangsung dan manajer kelab malam sudah ditahan atas dakwaan melanggar moral dan memicu kemarahan warga.
"Kami tidak akan membiarkan tindakan menyerang rasa keagamaan dan kesucian," kata Ouertani.
Pihak panitia penyelenggara acara pesta kemarin menyampaikan permohonan maaf melalui laman Facebook.
"Sang pemandu lagu tidak menyadari perbuatannya bisa menyinggung warga di negara muslim seperti Tunisia dan mereka tidak bermaksud begitu," kata pernyataan panitia.
Baca juga:
Napak tilas ke surga kaum homo di jantung London
Melihat liarnya pesta dugem di kolam renang hotel berbintang Jenewa
Geliat akrobat erotis Absinthe
Penari striptis berusia 15 tahun layani pengunjung di Wisma Barbie I
Mengintip gemerlap kehidupan malam di Pattaya