Kekerasan setelah Mursi terguling tewaskan 1.400 orang
Amnesty mengatakan sebagian besar dari kematian mereka adalah hasil kekerasan berlebihan dari pasukan keamanan Mesir.
Amnesty International kemarin menerbitkan laporan menyatakan sekitar 1.400 orang tewas di Mesir sejak penggulingan mantan Presiden Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu.
Amnesty mengatakan sebagian besar dari kematian mereka adalah hasil dari kekerasan berlebihan dari pasukan keamanan Mesir. Amnesty mencatat sedikitnya 95 pasukan keamanan juga tewas dalam serangan berujung kekerasan sejak kudeta militer pada musim panas lalu, seperti dilansir situs the Times of Israel, Kamis (23/1).
Amnesty juga menunjuk adanya penangkapan massal dan pembatasan kebebasan berekspresi serta hak untuk protes. Selain itu mereka mengatakan pemerintahan Mesir, dipimpin Jenderal Abdel-Fattah el-Sissi, telah membatalkan perbedaan pendapat dan menginjak-injak hak asasi.
Amnesty menuding pasukan keamanan Mesir telah diberikan kebebasan untuk bertindak di atas hukum.
Laporan ini diterbitkan selang tiga hari sebelum peringatan tiga tahun peristiwa pemberontakan terhadap diktator Mesir yang digulingkan Husni Mubarak.
(mdk/fas)