Kebakaran terjadi di apartemen mewah Vietnam, 13 orang tewas
Sedikitnya 13 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah kebakaran yang terjadi di apartemen Carina Plaza yang terletak di sebuah pusat komersial Vietnam, Ho Chi Minh City, dini hari tadi waktu setempat.
Sedikitnya 13 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah kebakaran yang terjadi di apartemen Carina Plaza yang terletak di sebuah pusat komersial Vietnam, Ho Chi Minh City, dini hari tadi waktu setempat.
Menurut pihak berwenang, kebakaran terjadi saat tengah malam di lantai bawah gedung atau tempat parkir yang menghubungkan blok-blok apartemen yang berdekatan. Api pun dengan cepat menyebar ke lantai atas.
Seorang pejabat mengungkapkan banyak korban tewas berjatuhan karena mereka mati lemas saat berusaha melarikan diri ke lantai yang lebih tinggi.
"Tiga belas orang tewas sudah kami evakuasi. Mereka meninggal karena lemas. Sementara belasan lain dipastikan terluka," kata pejabat tersebut, dikutip dari laman Straits Times, Jumat (23/3).
Api berhasil dipadamkan subuh tadi namun asap tebat masih menyelimuti komples apartemen selama beberapa jam. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.
Kompleks apartemen besar itu terdiri dari beberapa bangunan berlantai 15 sampai 22. Apartemen itu dibangun tahun lalu dilengkapi dengan kolam renang, lapangan tenis, taman kanak-kanak dan toko-toko sebagaimana tertera dalam situsnya.
Kebakaran di apartemen ini juga terbilang paling mematikan di Vietnam sejak 2016. Di tahun itu, kebakaran melanda bar karaoke di Hanoi yang menyebabkan 13 orang tewas. Sebagian besar korban tewas adalah pegawai pemerintahan yang tidak melarikan diri karena ruangannya kedap suara.
Baca juga:
Vietnam peringati 50 tahun pembantaian My Lai oleh Amerika
Pejabat senior kepolisian Vietnam tertangkap karena kasus perjudian
Imutnya penjual ikan asal Vietnam ini bisa bikin kamu salfok!
Media Vietnam ini sebut Persija takut kalah dari Song Lam Nghe An di AFC
Vietnam beri sinyal impor bus dari Indonesia
RI berpotensi kehilangan Rp 1,15 T akibat pengetatan impor kendaraan di Vietnam