KBRI Phnom Penh gelar sosialiasi aplikasi Safe Travel untuk WNI di luar negeri
Pada pertemuan itu juga dilakukan sosialisasi mengenai aplikasi Safe Travel yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri RI bagi perlindungan WNI di luar negeri. Keunggulan aplikasi itu, memiliki fitur keamanan yang disediakan yaitu Tombol Panik, digunakan saat dalam keadaan genting dan butuh pertolongan.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng melakukan pertemuan dengan sejumlah warga Indonesia di Phnom Penh pada Minggu, (8/4). Sebagai duta besar baru, ia mengingatkan kembali peran warga Indonesia di negeri rantau.
"Saya tekankan bahwa masyarakat Indonesia di Kamboja adalah duta Indonesia yang sesungguhnya. Untuk itu saya harap segenap masyarakat Indonesia bersama-sama dengan KBRI dapat terus bersatu, menjaga nama baik Indonesia serta tetap mematuhi peraturan setempat", ujar Sudirman dikutip dari siaran pers KBRI Phnom Penh, Rabu (11/4).
Pada pertemuan itu juga dilakukan sosialisasi mengenai versi terbaru aplikasi Safe Travel yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri RI bagi perlindungan WNI di luar negeri. Keunggulan aplikasi itu, memiliki fitur keamanan yang disediakan yaitu Tombol Panik, digunakan saat dalam keadaan genting dan butuh pertolongan.
Fitur ini bisa menghubungkan aplikasi pengguna dengan nomor hotline di Kemlu RI.
Pertemuan itu juga membahas mengenai persiapan Pemilu Presiden 2019 kepada WNI di Kamboja yang dipresentasikan oleh Sekretaris Kedua Fungsi Protokol dan Konsuler Robert Edwien Wattimena.
Baca juga:
Ekstremnya atraksi iris lidah dalam Festival Hei Neak Ta di Kamboja
Menengok pembuatan syal terpanjang di Kamboja
Jepang sumbang kotak suara senilai Rp 102 miliar untuk Pemilu Kamboja
Kamboja deportasi tujuh turis dituding memproduksi pornografi
Menghina raja di Kamboja bisa diganjar lima tahun penjara
Pengadilan Kamboja cabut dakwaan pornografi terhadap sembilan turis asing