KBRI Afghanistan punya bunker perlindungan jika ada serangan roket
KBRI Afghanistan punya bunker perlindungan jika ada serangan roket. Dalam pemberitaan media massa kondisi Afghanistan saat ini masih terbilang berbahaya. Di Afghanistan banyak terjadi ledakan, serangan, yang menghabisi nyawa masyarakat, terutama di Ibu Kota Kabul.
Dalam pemberitaan media massa kondisi Afghanistan saat ini masih terbilang berbahaya. Di Afghanistan banyak terjadi ledakan, serangan, yang menghabisi nyawa masyarakat, terutama di Ibu Kota Kabul. Beberapa minggu lalu, sebelum Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kabul, bom ambulans meledak dekat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman membenarkan hal tersebut. Namun menurut dia tidak serta-merta kondisi di sana menyeramkan. Ada ledakan, namun tidak seluruh wilayah Afganistan menjadi sasaran ledakan.
Dia juga menjelaskan di KBRI Kabul ada tempat perlindungan jika terjadi serangan roket maupun ancaman bom ke wilayah sekitar KBRI. Tempat persembunyian tersebut dibuat di dalam tanah.
duta besar indonesia untuk afghanistan Arief Rachman ©2018 Merdeka.com/Fellyanda Suci Agiesta
"Jadi KBRI seluas 6.000 meter persegi itu, di sekeliling itu, depan kita sudah ada dua atau tiga lapisan beton. Kemudian di tengah-tengah itu kita sudah membangun bunker, tapi bukan bunker untuk perang, tapi itu adalah rumah di bawah tanah. Kalau ada apa-apa tembakan dari udara, kan kita berlindung ke bawah. Itu memang disiapkan kalau ada roket atau tembakan dari udara," kata dia.
Arief menambahkan, di depan juga ada penjagaan polisi, pos satu yang ada di depan kedutaan, kiri kanan terdapat pos jaga. Itu secara keseluruhan dari komplek beberapa kedutaan di sana.
Baca juga:
Dubes RI minta investor Indonesia tidak takut berinvestasi di Afrika
Wiranto sebut tantangan zaman now Kemenko Polhukam di hadapan para Dubes RI
Jokowi sindir dubes soal lamanya pengurusan visa
Jokowi sindir dubes soal lamanya pengurusan visa
Presiden Jokowi buka raker Diplomasi Zaman Now
Ada nama Todung Mulya Lubis hingga Muliaman Hadad dalam 18 dubes pilihan Jokowi