LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kasus Khashoggi dinilai jadi keuntungan buat Erdogan

Sejumlah kalangan menilai pembunuhan Khashoggi ini menjadi kesempatan bagi Erdogan untuk meraih keuntungan dalam perebutan pengaruh di kawasan.

2018-10-27 07:34:00
Turki
Advertisement

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pekan ini menyebut pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi sebagai kejahatan biadab. Erdogan menyebut Khashoggi adalah temannya. Sejumlah kalangan menilai pembunuhan Khashoggi ini menjadi kesempatan bagi Erdogan untuk meraih keuntungan dalam perebutan pengaruh di kawasan.

Di satu sisi ada Erdogan yang berasal dari kelompok politik Islamis dan Qatar yang menjadi sekutunya. Di sisi lain ada Arab SAudi, Uni Emirat Arab dan Mesir, negara yang menolak keras pengaruh kelompok Ikhwanul Muslimin yang mereka anggap sebagai ancaman bagi keamanan di kawasan.

"Erdogan kini punya kesempatan untuk menghadapi aliansi tiga negara ini," kata Soner Cagaptay, direktur lembaga pengamat, Washington Institute, seperti dikutip dari laman Financial Times, Jumat (26/10). "Dan dia kini menyerang bagian terlemah dari aliansi ini."

Advertisement

Yang paling rapuh saat ini adalah Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) yang dipandang sebagai sosok di balik sejumlah kebijakan luar negeri Saudi yang agresif. Dia kini tengah mendapat tekanan akibat tuduhan keterlibatannya dengan pembunuhan Khashoggi.

Sejumlah pejabat Turki menyebut Erdogan melihat MBS sebagai suatu kekuatan yang merusak dan dia memanfaatkan kasus pembunuhan Khashoggi ini untuk merayu para pemimpin Barat dengan mengatakan sang Putra Mahkota adalah masalah.

Jika MBS dicopot dari posisinya saat ini, kata seorang pejabat Turki, maka itu akan berdampak besar bagi Saudi.

Advertisement

Turki dan Arab Saudi adalah dua negara Islam Sunni yang punya hubungan hangat sejak era Erdogan yang berkuasa pada 2002. Bekas Raja Saudi, Abdullah, menjadi pemimpin Saudi pertama yang mengunjungi Turki dalam 40 tahun pada 2006. Namun ketegangan kembali muncul ketika terjadi gelombang Musim Semi Arab pada 2011 yang membuat Ikhwanul Muslimin berkuasa di Mesir lewat Presiden Muhamad Mursi.

Turki dan Qatar mendukung Mursi, seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin yang menyebut Erdogan sebagai inspirasi. Namun Saudi dan sekutunya, Uni Emirat Arab, mendukung pelengseran Mursi pada 2013.

Ahmet Kasim Han, profesor hubungan internasional di Universitas Altinbas, Istanbul mengatakan, meski MBS tidak dicopot, Turki masih bisa meraup keuntungan dari kasus ini.

Turki bisa mendapat dukungan finansial dari produsen minyak terbesar di dunia, normalisasi hubungan Turki dengan Mesir dan negara sekutu Saudi lainnya.

Baca juga:
Menlu Retno minta pelaku pembunuhan Khasoggi dihukum
Erdogan desak Saudi ungkap siapa dalang pembunuh Khashoggi
PBB sebut Jamal Khashoggi korban eksekusi di luar hukum Arab Saudi
Kematian Khashoggi dan memudarnya hubungan raksasa teknologi AS dengan Saudi
Sempat dicekal, anak Jamal Khashoggi akhirnya diizinkan tinggalkan Saudi
Sederet sebab mengapa pembunuhan Khashoggi jadi sorotan dunia

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.