Kapal selam Argentina membawa 44 kru sudah dua hari hilang
Kapal selam Argentina sudah dua hari hilang. Kapal perang dan pesawat tempur Argentina kini tengah dikerahkan buat mencari sebuah kapal selam yang sudah hilang dua hari di perairan Argentina.
Kapal perang dan pesawat tempur Argentina kini tengah dikerahkan buat mencari sebuah kapal selam yang sudah hilang dua hari di perairan Argentina.
Kapal selam yang sedang menjalankan misi patroli itu bertolak dari Patagonia dengan membawa 44 kru. Dilansir laman Sydney Morning Herald, Sabtu (18/11), menurut juru bicara Angkatan Laut Kapten Enrique Balbi dalam wawancara di stasiun televisi, kapal selam itu melakukan kontak radio terakhir pada Rabu.
Dua pesawat dikerahkan pada Kamis sore waktu setempat untuk mencari kapal selam ARA San Juan, satu dari tiga kapal selam Argentina. Tim pencari terhambat oleh jarak pandang yang buruk dan mereka melanjutkan pencarian pada Jumat pagi.
Dari penuturan Angkatan Laut posisi terakhir kapal selam itu berada pada 240 nautical mil dari pesisir.
Kapal selam ARA San Juan berangkat dari Patagonia menuju Mar del Plata di Provinsi Buenos Aires. Kapal selam itu juga sering kali melacak penangkapan ikan ilegal di perairan Argentina.
Salah satu kru di kapal selam itu adalah Eliana Maria Krawczyk, pelaut perempuan pertama yang bertugas di kapal selam.
"Mari berdoa semoga semuanya baik-baik saja dan tidak ada kejadian apa pun menimpa para kru," kata ayah Maria, Eduardo. "Di laut mereka semua bersaudara. Ini tidak seperti di kapal yang ada di permukaan laut. Kapal selam punya risiko lebih besar."
Setelah kabar pencarian kapal selam ini muncul di media kemarin pejabat Angkatan Laut mencoba meredam situasi.
"Kita tidak berbicara dalam kondisi darurat saat ini. Kami menanganinya sebagai kasus hilangnya komunikasi dengan kapal selam," kata Laksamana Gabriel Martin Gonzalez kepada wartawan yang berkumpul di pangkalan Angkatan Laut di Mar del Plata.
Juru bicara Angkatan Laut mengatakan, menurut prosedur protokol, kapal selam yang kehilangan fungsi komunikasi harus naik ke permukaan.
Kapal selam buatan Jerman dengan tenaga diesel dan pendorong listrik itu pertama kali dipakai pada 1983.
Presiden Mauricio Marci mengatakan pemerintah sudah menghubungi keluarga kru kapal selam.
"Kami berjanji mengerahkan semua sumber kekuatan nasional dan internasional untuk menemukan kapal selam ARA San Juan secepatnya," tulis Marci di media sosial Twitter.
(mdk/pan)