Kapal Feri Terbalik di Bangladesh, 66 Penumpang Tewas dan Belasan Hilang
Polisi setempat mengungkap beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri. Penumpang yang selamat menjelaskan kapal itu ditumpangi lebih dari 80 orang.
Sedikitnya 66 penumpang tewas setelah kapal feri yang mereka tumpangi terbalik di Sungai Karatoya, Bangladesh. Pihak berwajib yakin kapal itu terbalik karena mengangkut penumpang yang berlebihan.
“Sedikitnya 15 orang masih belum ditemukan,” jelas pejabat senior Distrik Panchagarh, Dipankar Roy, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (27/9).
Pihak berwajib masih menyelidiki kapal yang terbalik pada Ahad lalu itu.
“Sebuah komite beranggotakan lima orang sedang menyelidiki kecelakaan itu, dengan laporan awal menunjukkan kapal itu membawa hampir tiga kali kapasitasnya,” kata Jahurul Islam, kepala administrator Panchagarh.
“Penyelam sedang mencari lebih banyak mayat karena beberapa masih hilang,” lanjutnya.
Sebelumnya kapal feri itu ditumpangi umat Hindu yang sedang dalam perjalanan menuju kuil populer di Distrik Panchagarh, namun nahas kapal itu terbalik.
Polisi setempat mengungkap beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri. Penumpang yang selamat menjelaskan kapal itu ditumpangi lebih dari 80 orang.
Kepala Polisi Boda Sujay Kumar Roy menjelaskan petugas berwajib, seperti pemadam kebakaran, penyelam angkatan laut, hingga penduduk desa segera menelusuri sungai untuk mencari korban lainnya.
Penumpang yang kehilangan anggota keluarganya hingga kini masih menunggu kabar.
“Saya hanya ingin melihat wajah ibu saya,” kata Deepak Chandra Roy.
“Tiga wanita dari keluarga saya hilang semenjak kapal terbalik,” jelas Bikash Chandra.
“Kami menemukan satu di pagi hari sekitar jam 10 pagi, yang diselamatkan lebih awal. Tapi saya belum bisa menemukan dua lainnya,” lanjutnya.
Sebelumnya Bangladesh dikenal sebagai negara dengan perairan pedalaman (perairan di darat) yang luas dengan standar keamanan yang rendah.
Kecelakaan maut sering terjadi di Bangladesh, seperti pada 2015 ketika 78 orang tewas akibat kapal feri yang kelebihan penumpang menabrak kapal kargo di sungai sebelah barat Ibu Kota Bangladesh, Dhaka.
Juga pada Mei lalu, setidaknya 26 orang meninggal setelah kapal cepat yang penuh penumpang menabrak kapal bermuatan pasir dan tenggelam di Sungai Padma. Kemudian pada Desember tahun lalu 40 orang kehilangan nyawanya ketika kapal feri itu terbakar di selatan Bangladesh.
Juga dengan kecelakaan di Dhaka pada Juni 2020 silam ketika 32 orang meninggal akibat kapal yang ditumpangi menabrak kapal lain.
Reporter: Theofilus Jose Setiawan
Baca juga:
"Lebih Baik Bunuh Saja Kami daripada Dideportasi ke Myanmar"
Bangladesh Minta Bantuan China untuk Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Mirip Cerita Legenda, Timbunan Harta Karun dari Kapal Tenggelam 3 Abad Lalu Ditemukan
Pria Lansia Bertahan Hidup 16 Jam Terapung di Samudera Atlantik
Bangkai Kapal Terdalam di Dunia Ditemukan 7.000 Meter di Bawah Laut, Ini Lokasinya