Kampus Rusia bakal anugerahi Duterte gelar doktor kehormatan
Kampus Rusia bakal anugerahi Duterte gelar doktor kehormatan. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan tiba di Moskow, Rusia, hari ini. Dalam kunjungannya, Duterte akan menerima gelar kehormatan doktoral dari salah satu institut diplomatik Rusia.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan tiba di Moskow, Rusia, hari ini. Dalam kunjungannya, Duterte akan menerima gelar kehormatan doktoral dari salah satu institut diplomatik Rusia.
Menurut keterangan media lokal, penganugerahan gelar dari Institut Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) ini akan dilakukan pada hari kedua dalam kunjungan resminya ke Negeri Beruang Merah.
Usai menerima penghargaan, Duterte akan menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa MGIMO mengenai kebijakan luar negerinya yang seringkali mengundang kontroversi.
Berdasarkan situs MGIMO, sebagaimana dilansir dari laman Asian Correspondent, Senin (22/5), gelar kehormatan doktoral itu telah banyak diberikan kepada politisi asing, pakar, diplomat, hingga ilmuwan oleh institut tersebut.
Beberapa orang penting yang telah mendapatkan gelar itu antara lain mantan Presiden Prancis Nikolas Sarkozy (2015), mantan Presiden India Manmohan Singh (2013), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon (2010), dan masih banyak lagi.
Jika Duterte menerima gelar tersebut, maka ini akan menjadi penghargaan pertama yang diterima oleh Duterte sejak menjabat menjadi presiden.
Pemberian penghargaan ini otomatis mengingatkan kembali kepada insiden gelar doktor yang hendak diberikan oleh Universitas Filipina (UP) bulan lalu kepada Duterte. Saat itu, Duterte memutuskan menolak untuk menerima gelar tersebut.
Keputusan tersebut dibuat lantaran timbul perdebatan di antara rakyat Filipina soal layak atau tidaknya dia mendapatkan penghargaan itu. Bahkan tanda pagar #DuterteTidakPantas langsung dibuat menjadi tren di media sosial Twitter oleh netizen kontra-Duterte.
Anak Duterte yang saat ini menjadi Wali Kota Davao, Paolo Duterte, mengatakan ayahnya tidak peduli dengan penghargaan semacam itu. Duterte juga menuturkan adalah "hak pribadinya" untuk menolak sebuah penghargaan atau pengakuan.
Baca juga:
Setop patroli laut dengan AS, Duterte mau beli senjata Rusia & China
AS blokir penjualan senjata ke Filipina, Duterte beralih ke Rusia
Impian Duterte bikin poros China-Filipina-Rusia melawan dunia
AS-Filipina makin dekat, Trump ajak Duterte ke Gedung Putih
Duterte terlalu sibuk untuk penuhi undangan Trump ke Gedung Putih