Kampus Amerika punya mata kuliah agama Harry Potter
Mata kuliah itu bertujuan mengembangkan pengertian konsep teologi seperti Tuhan, dosa, dan keimanan.
Mahasiswa di kampus seni Centre Colleger di Danville, Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat, kini bisa mengambil mata kuliah agama berdasarkan "Teologi Harry Potter". Mata kuliah itu bertujuan mengembangkan pengertian konsep teologi seperti Tuhan, dosa, dan keimanan.
Surat kabar the Washington Times melaporkan, Kamis (24/4), semua siswa yang mengambil mata kuliah di kampus itu harus membaca karya penulis novel Harry Potter, J.K Rowling, yakni "Harry Potter dan Batu Bertuah", "Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran", dan "Harry Potter dan Relikui Kematian".
"Ketiga novel itu sering dinilai anti-Kristen, antiagama, dan sosok Harry sendiri sering disebut penyihir bahkan setan," kata pengantar mata kuliah itu.
Mata kuliah ini juga akan mewajibkan mahasiswa mempelajari karya epik sastra lewat kaca mata seri novel Harry Potter.
Mata kuliah ini sudah dimulai Januari lalu dan dipimpin oleh Profesor Lee Jefferson yang sebelumnya pernah mengajar mata kuliah serupa lewat serial komik superhero.
"Serial Potter ini adalah fenomena lintas generasi dan memuat tema agamanya yang cukup kental," kata Jefferson pada situs kampus itu. "Sebagai pembaca saya sangat menikmatinya dan sebagai sarjana saya bisa melihat nilai-nilai pendidikan di dalamnya."
Baca juga:
Wajah mirip Yesus muncul di kue panekuk saat Jumat Agung
Lima bintang porno transgender paling menggoda syahwat
Remaja Amerika simpan pistol revolver di dalam alat kelaminnya
Polisi Afganistan tembak mati tiga dokter Amerika
Lucunya kucing-kucing temani para pengunjung kafe di New York