LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jurnalis perempuan NHK meninggal karena terlalu banyak lembur

Miwa Sado (31) meninggal tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi selesai karena gagal jantung. Selama Juni hingga Juli 2013 dia terus meliput dan cuma libur dua hari dalam sebulan.

2017-10-05 16:45:21
Jepang
Advertisement

Tuntutan dan budaya kerja media massa di Jepang ternyata bisa merenggut nyawa. Miwa Sado (31), seorang reporter kantor berita pemerintah Jepang, NHK, meninggal setelah terungkap gara-gara terlalu sering bekerja lembur.

Dilansir dari laman The Guardian, Kamis (5/10), Sado meninggal pada Juli 2013. Pada Juni dan Juli di tahun itu, Sado yang ditugaskan di bagian politik meliput pemilihan umum majelis perwakilan daerah Tokyo dan Majelis Rendah Parlemen Jepang.

Selama dua bulan itu dia terus meliput dan cuma libur dua hari dalam sebulan. Alhasil, dia bekerja lembur selama 159 jam. Akhirnya kondisi kesehatannya mulai menurun dan dia meninggal tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi selesai karena gagal jantung.

Meski demikian, penyebab utama kematian Sado baru terungkap tiga tahun kemudian setelah pengawas pekerja menyatakan kalau jurnalis perempuan itu meninggal karena kelelahan akibat terlalu banyak lembur. NHK baru berani membeberkannya kepada masyarakat dan keluarga mendiang.

Pemimpin Redaksi Departemen Pemberitaan NHK, Masahiko Yamauchi, kematian Sado yang merupakan anak buahnya merupakan tamparan keras. Sebab, hal itu menunjukkan buruknya manajemen kerja dan teknik peliputan yang harus lebih manusiawi.

Orang tua Sado hingga saat ini masih belum bisa menerima kenyataan kalau anak mereka sudah tiada.

"Empat tahun sudah berlalu, kami belum bisa menerima kenyataan anak kami meninggal," tulis kedua orang tua mendiang Sado dalam pernyataan.

Kematian Sado menambah deretan panjang jumlah karyawan di Jepang tewas karena sakit atau bunuh diri akibat tekanan pekerjaan. Menurut pemerintah Jepang, tahun lalu saja tercatat ada dua ribu orang Jepang memilih mengakhiri hidup gara-gara terlalu lelah bekerja. Sedangkan lainnya rata-rata mengalami serangan jantung, stroke, dan penyakit lain.

Dalam jajak pendapat digelar pada Desember 2015 hingga Januari 2016 terhadap sejumlah perusahaan disebutkan kalau banyak pegawai mereka bekerja lembur lebih dari 80 jam dalam sebulan dan jarang cuti. Bahkan, waktu kerja karyawan dan buruh di Negeri Sakura lebih panjang ketimbang Amerika Serikat, Inggris, dan negara berkembang lain.

Baca juga:
Pegang hewan di kebun binatang, bocah tiga tahun meninggal
Remaja China meninggal usai dihukum atasan squat jump 100 kali
Kena sindrom Rapunzel, remaja 16 tahun meninggal karena makan rambut
Wanita ini meninggal usai dipaksa sembilan kali aborsi
Tersedak saat lomba makan bakso, pria ini meninggal
Lelaki Jepang meninggal saat rebutan kursi di restoran mie

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.