LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Junta Militer Myanmar Penjarakan Jurnalis AS 11 Tahun

Fenster menjadi jurnalis asing pertama yang dibui di Myanmar sejak peristiwa kudeta militer 1 Februari lalu.

2021-11-12 18:25:14
Myanmar
Advertisement

Pengadilan junta militer Myanmar hari ini memvonis jurnalis asal Amerika Serikat Danny Fenster 11 tahun penjara. Kabar itu disampaikan pengacara dan atasan sang jurnalis. AS sebelumnya sudah menyerukan agar Fenster dibebaskan.

Fenster, 37 tahun, editor dari majalah daring Frontier Myanmar, dinyatakan bersalah karena penghasutan dan pelanggaran keimigrasian serta undang-undang larangan berserikat.

Laman Reuters melaporkan, Jumat (12/11), Fenster menjadi jurnalis asing pertama yang dibui di Myanmar sejak peristiwa kudeta militer 1 Februari lalu.

Advertisement

"Tidak ada dasar sama sekali untuk menghukum Danny atas dakwaan ini," kata Thomas Kean, pemimpin redaksi Frontier Myanmar, salah satu media independen terkemuka di Myanmar.

"Semua orang di Frontier kecewa dan frustrasi dengan keputusan ini. Kami hanya ingin Danny dibebaskan sesegera mungkin agar dia bisa pulang ke keluarganya."

Fenster ditangkap ketika hendak meninggalkan Myanmar Mei lalu dan sejak itu dia ditahan di penjara Insein, Yangon, seperti ratusan oposisi militer lainnya. Penjara Insein terkenal karena kerap menyiksa dan menganiaya para tahanan yang menentang kediktatoran militer.

Advertisement

Fenster awal pekan ini juga didakwa bersalah karena pelanggaran terorisme dan penghasutan yang tanpa penjelasan dari pihak berwenang. Akibat pelanggaran itu dia terancam hukuman penjara 20 tahun untuk masing-masing dakwaan.

Wakil direktur Human Right Watch Asia Phil Robertson mengatakan kasus pemenjaraan Fenster ini jadi peringatan bagi AS dan media.

"Keputusan junta yang sangat keji ini mengejutkan dan mengintimidasi jurnalis Myanmar lainnya," kata dia.

"Pesan kedua yang lebih strategis adalah junta memberi pesan kepada AS bahwa jenderal Tatmadaw (militer Myanmar) tidak senang dengan sanksi ekonomi dan bisa melawan balik lewat diplomasi," kata Robertson.

Lebih dari 1.200 warga sipil dibunuh dan ditangkap sejak kudeta, menurut laporan aktivis yang dikutip Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga:
Dua Tahanan Politik Myanmar Dijatuhi Hukuman 75 dan 90 Tahun Penjara
Ratusan Organisasi Desak DK PBB Turun Tangan Atasi Kekerasan Militer Myanmar
Presiden Joe Biden dan Jokowi Minta Myanmar Bebaskan Tahanan Politik
Tatmadaw dan Penyiksaan Sistematis di Myanmar yang Terlalu Sadis untuk Diceritakan
Junta Myanmar Tolak Berunding dengan Oposisi Penentang Kudeta dan Aung San Suu Kyi
"Saya Cinta Myanmar, Tapi Saya akan Kembali Hanya Jika Ada Kedamaian"

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.