15 Dokter Indonesia berangkat ke Nepal beri bantuan
Pemerintah sore ini mengirim bantuan berupa obat-obatan, tenda, makanan siap saji, serta bantuan medis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir hari ini mengatakan pemerintah Indonesia sore nanti akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nepal.
Bantuan itu berupa obat-obatan, tenda, makanan siap saji, serta bantuan medis.
"Ada sekitar 15 dokter yang akan terbang ke Nepal sore ini," kata Arrmanatha di kantor Kemlu, Rabu (29/4).
Mereka bertolak ke Nepal dari Bandara Halim Perdana Kusuma dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Pesawat itu juga yang nantinya akan membawa kembali para WNI yang sudah dievakuasi dari Nepal.
Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter mengguncang Nepal Sabtu lalu. Korban tewas saat ini tercatat sudah mencapai 4.600 orang.
Masih pada kesempatan yang sama, Arrmanatha menyatakan jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Nepal dari tahun ke tahun terus bertambah. Menurut data Kementerian Luar Negeri, kini ada sekitar 76 WNI berada di sana, namun 12 orang sudah keluar.
"Angka berubah karena keadaan. Jadi 19 WNI menetap, dan 57 lainnya merupakan pengunjung," ujar Arrmanatha.
"Dari 57 orang tersebut, 12 berhasil keluar dari sana," lanjut dia saat ditemui di Ruang Palapa Kemlu.
Dari 19 orang yang menetap, 13 WNI sudah berhasil dihubungi oleh Kemlu, sementara enam lagi masih terus dicari tahu kabarnya. Sedangkan dari yang menetap, selain 12 sudah berhasil keluar dari Nepal, ada 35 orang yang sudah dihubungi Kemlu, namun sisanya masih dicari tahu keberadaannya.
Sementara itu, tiga orang yang merupakan pendaki asal Indonesia dikabarkan telah selamat dan dalam kondisi baik.
Baca juga:
Indonesia kirim 6 ton bantuan kemanusiaan ke Nepal
Bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Nepal dikirim sore ini
Pasca-gempa Nepal, 16 WNI masih belum bisa dikontak
80 Jam terkubur reruntuhan gedung, pria ini selamat dari Gempa Nepal
Duka keluarga korban gempa di Nepal kremasi kerabat yang tewas
Tiga pendaki Gunung Everest asal Bandung dikabarkan selamat