Jual buku Irshad Manji di Malaysia terancam dua tahun penjara
Menurut menteri agama Malaysia, buku Irshad menyerang aqidah Islam.
Nik Raina Nik Abdul Aziz, manajer Toko Buku Borders di Kuala Lumpur, Malaysia, menghadapi tuntutan 2 tahun penjara sebab menjual buku Irshad Manji berjudul Allah, Liberty, dan Cinta. "Dia hanya manajer toko dan pekerjaannya bukan menentukan judul mana ditampilkan. Harusnya General Manager Borders Stephen Fung bertanggung jawab. Pemilihan judul dan buku itu tugasnya," kata pengacara Nik Raina, Rosli Dahlan.
Rosli mengatakan polisi sudah meminta keterangan Fung, lucunya mereka tetap membebankan hukuman kepada Nik Raina, "Ada indikasi Nik Raina ditangkap karena dia muslim. Pengadilan tidak memiliki wilayah hukum atas non-muslim," katanya.
Direktur Operasional Toko Buku Berjaya dibawah naungan Borders, Yau Su Peng, mengatakan perusahaan mendukung Nik Raina telah melakukan tugas layaknya manajer. Kasus ini membuat pemilik Borders dan perusahaan lain ragu-ragu memperkerjakan karyawan muslim. Meski demikian mereka tidak anti muslim, "Hanya saja kami tak ingin terkait," jelas Peng.
Nik Raina akan menghadapi putusan 19 September, namun pengacaranya masih berusaha agar kasusnya dinyatakan melanggar konstitusi.
Irshad Manji mendengar bukunya dilarang beredar di Malaysia mengatakan sangat ironis jika buku dikaitkan dengan kepercayaan. "Buku ini memberi semangat pembaca adanya kesatuan antara Allah dan kebebasan, untuk membuktikan muslim mandiri dalam berpikir dan menemukan bentuk lain mencintai Tuhannya," kata Manji.
Menteri Agama Malaysia Jamil Khir Baharom mengatakan pemerintah menganggap berbagai pemikiran dalam buku Manji mengandung pemahaman bertentangan dengan Al-Qur'an dan menyerang aqidah Islam terang-terangan. Baharom menambahkan Manji juga dianggap kerap mempromosikan gaya hidup bebas dan penyuka sesama jenis sangat dilarang dalam Islam.
Terkait pelarangan buku ini di Malaysia, Manji mengatakan hal itu makin membuat orang penasaran dan mengancam ideologi ringkih pemerintah. "Warga negeri jiran masih bisa mengunduh versi digital buku Allah, Liberty, dan Cinta dari situs pribadi saya," katanya.
Sebelumnya, buku ini diluncurkan di Teater Salihara, Jakarta, dan mendapatkan perlawanan sengit dari FPI. Mereka menuding Manji menyebarkan ajaran Islam sesat. Tak hanya peluncuran bukunya yang diobrak-abrik, sejumlah diskusi buku itu harus ditiadakan sebab protes keras sejumlah organisasi Islam.
(mdk/fas)