Joe Biden Ungkap Ada Negara Paling Berbahaya di Dunia Selain Rusia, China, Korut
Pernyataan ini disampaikan Biden saat menyinggung soal China dan hubungannya dengan Presiden Xi Jinping.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Pakistan sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia karena memiliki senjata nuklir. Hal ini dilontarkan Biden dalam pidatonya saat menghadiri Komite Kampanye Kongresional Demokratik pada Kamis.
Pernyataan Biden ini membuat Menteri Luar Negeri Pakistan memanggil Duta Besar AS.
Pernyataan soal Pakistan ini disampaikan Biden saat menyinggung soal China dan hubungannya dengan Presiden Xi Jinping.
"Ini adalah orang (Xi Jinping) yang memahami apa yang dia inginkan tapi memiliki setumpuk masalah besar. Bagaimana kita menanganinya? Bagaimana kita menangani apa yang sedang terjadi di Rusia? Dan saya berpikir salah satu negara paling berbahaya di dunia: Pakistan. Senjata nuklir tanpa kohesi," jelasnya, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (16/10).
Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto-Zardari mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu di Karachi, dia "kaget" dengan pernyataan Biden.
"Saya yakin ini tepatnya semacam kesalahapahaman yang tercipta ketika kurangnya keterlibatan," ujarnya.
"Jika ada pertanyaan terkait keamanan nuklir, itu seharusnya ditujukan ke tetangga kita India, yang baru-baru tidak sengaja menembakkan rudal ke wilayah Pakistan," lanjutnya.
Menurut pria 34 tahun ini, pemanggilan Duta BEsar AS, Donald Blome tidak akan berdampak pada hubungan Islamabad-Washington.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif juga membantah pernyataan Biden, menegaskan negaranya merupakan "negara nuklir bertanggung jawab".
"Kami bangga aset-aset nuklir kami memiliki pengamanan terbaik sesuai persyaratan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional). Kami menganggap langkah-langkah keamanan ini dengan sangat serius. Jangan ada yang meragukan," jelasnya di Twitter.
Baca juga:
Rusia Beri Sinyal Putin Bersedia Bertemu Joe Biden di KTT G20 Bali
Joe Biden: Dunia di Ambang Kiamat Nuklir
AS Gelontorkan Rp22,7 Triliun per Bulan Untuk Bantu Ukraina
Jokowi Kirim Bantuan 1 Juta Dollar untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Sekelompok Pemuda Hindu dan Muslim Baku Hantam di Inggris Gara-Gara Kriket
Vladimir Putin Tertawakan PM Pakistan karena Tak Bisa Pasang Earphone