Jimat Berusia 1100 Tahun Ini Dibawa Prajurit Bulgaria Saat Menyerang Konstantinopel
Jimat ini berasal dari era kekuasaan Tsar Simeon yang Agung.
Sebuah jimat dari pelat timah berisi mantra dalam alfabet Sirilik ditemukan di dalam benteng "Balak Dere", dekat desa Huhla, Ivaylovgrad, Bulgaria.
Jimat ini berasal dari era kekuasaan Tsar Simeon yang Agung. Penemuan jimat ini diumumkan arkeolog Ivailo Kanchev, anggota tim Museum Sejarah Nasional.
Apa isi tertulis dalam jimat tersebut?
Dikutip dari laman Arkeo News, Selasa (4/4), peneliti Georgi Singalevich menguraikan tulisan tersebut menggunakan pencitraan transformasi reflektansi (RTI).
Peneliti menemukan prasasti dalam aksara Sirilik Bulgaria Kuno yang panjang yang ditulis dalam tujuh baris di bagian dalam dan empat baris di luar pelat.
Nama pemegang jimat, Nikola dan Pavel, berhasil diuraikan pada jimat pelat timah.
Hal ini mendorong para arkeolog untuk fokus pada apa yang disebut Zaman Keemasan Tsar Simeon I (893-927), membandingkan sumber-sumber sejarah dari masa yang menggambarkan penyerangan penguasa Bulgaria itu ke Konstantinopel. Analisis prasasti dari jimat tersebut, lengkap dengan ortografi kuno dari huruf-huruf tertentu, berasal dari abad ke-10.
Para ahli mengatakan ortografi satu tahun itu mirip dengan tulisan-tulisan dari Bulgaria Timur Laut saat ini, tempat ibu kota Preslav Simeon berada. Tidak seperti penemuan sebelumnya dari jenis ini, yang satu ini tidak biasa karena teks yang terdengar kanonik di dalamnya, serta keberhasilan menguraikan nama pemegang jimat, Nikola dan Pavel.
Menurut Ivaylo Kanev, selama penyerangan Tsar Simeon di Konstantinopel, ada garnisun Bulgaria di Balak Dere, dan jimat pelat timah itu milik prajuritnya.
Tsar Simeon I, dijuluki Simeon Agung, adalah putra Boris I, raja Kekaisaran Bulgaria Pertama, dan memerintah dari 893-927. Keberhasilan operasi militer Simeon melawan Bizantium, Magyar, dan Serbia memperluas wilayah Bulgaria, menjadikannya negara paling kuat di Eropa Timur dan Tenggara.
(mdk/pan)