LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jepang bersedia minta maaf dan beri ganti rugi Jugun Ianfu Korsel

Nilai ganti rugi mencapai 1 miliar Yen (Rp 113 miliar), untuk 46 perempuan Korsel budak seks tentara Jepang

2015-12-29 14:38:28
Jepang
Advertisement

Jepang kemarin (29/12) malam waktu setempat sepakat memberi ganti rugi dan meminta maaf pada korban budak seks (Jugun Ianfu) perempuan Korea Selatan selama Perang Dunia ke-II. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yun Byung-Se, menyambut gembira kesepakatan ini, karena mengakhiri polemik kedua negara selama bertahun-tahun. Dia menegaskan ganti rugi dan permintaan maaf itu bersifat mengikat dan final.

"Berdasarkan naskah awal perjanjian ini, Korea Selatan akan membangun sebuah yayasan bagi para mantan wanita penghibur di zaman penjajahan Jepang, atau yang dikenal dengan istilah Jugun Ianfu. Selanjutnya Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida sepakat negaranya memberi donasi senilai satu miliar yen untuk meningkatkan harkat para wanita penghibur itu di usia senja," kata Yun dalam konferensi pers bersama, sepeti dikuitp laman AsiaOne, Selasa (29/12).

Nilai satu miliar Yen setara dengan Rp 113 miliar. Diperkirakan ada 46 wanita 'penghibur' korban pendudukan Jepang di Korsel yang masih hidup sampai sekarang. Mereka rata-rata berusia 90-an tahun.

Advertisement

Diperkirakan ada 200 ribu perempuan di seantero Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu. Para korban tersebar tak hanya di Korsel, namun juga Indonesia, China, hingga Filipina.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe beberapa bulan lalu menyampaikan "penyesalan mendalam" atas praktik Jugun Ianfu oleh militer Kekaisaran Jepang. Namun Negeri Matahari Terbit sempat menolak meminta maaf, misalnya pada Korsel yang aktif menuntut hal itu, karena merasa hubungan kedua negara sudah normal melalui piagam diplomatik 1965.

Dalam konferensi pers yang sama, Menlu Kishida mengakui apa yang diperbuat oleh tentara Jepang pada masa perang sangat mencedarai kehormatan dan martabat para perempuan di wilayah pendudukan.

Advertisement

"Disamping itu, PM Abe kembali mengungkapkan permintaan maaf dan penyesalan pemerintah Jepang kepada mereka, para Jugun Ianfu, yang mengalami banyak penderitaan yang sulit disembuhkan," kata Menlu Kishida.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.