LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jenderal Myanmar berkeras warga Rohingya bukan penduduk asli Myanmar

Jenderal Myanmar berkeras warga Rohingya bukan penduduk asli Myanmar. Menurutnya, umat muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine bukanlah penduduk asli Myanmar.

2017-10-12 16:24:05
Myanmar
Advertisement

Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing menanggapi tuduhan sejumlah pihak tentang kekerasan dialami kelompok minoritas Rohingya di negaranya. Pernyataan tersebut dia keluarkan saat menggelar pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Myanmar, Scot Marciel.

Menurutnya, umat muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine bukanlah penduduk asli Myanmar. Dia juga menyebut kaum Rohingya sebagai orang "Bengali" yang dibawa penjajah Inggris dan negara tersebutlah yang harus bertanggung jawab atas kaum minoritas tersebut.

"Orang-orang 'Bengali' tidak dibawa ke negara oleh Myanmar tetapi oleh penjajah," katanya, dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (12/10).

"Mereka bukan penduduk asli, dan catatan sejarah membuktikan bahwa mereka tidak disebut sebagai kaum Rohingya selama masa penjajahan, tetapi orang Bengali," lanjutnya.

Tidak hanya itu, dia juga menuding bahwa jumlah pengungsi Rohingya yang mencapai 500.000 lebih itu adalah jumlah yang terlalu dibesar-besarkan oleh pihak internasional.

"Media berperan besar dalam melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri," ujarnya.

Meski demikian, dia enggan mengungkapkan jumlah pasti pengungsi Rohingya yang melarikan diri.

Sebagai salah satu orang paling berkuasa di Myanmar dan beragama Buddha, Min tampaknya tetap tidak mau berkompromi untuk menunjukkan kepekaan terhadap krisis kemanusiaan dialami warga muslim Rohingya yang memicu kecaman dari pihak internasional.

Dia menilai justru warga muslim Rohingya telah bekerja sama dengan militan setempat untuk menyerang penduduk lokal lalu melarikan diri karena merasa tidak aman di desa mereka.

"Orang-orang Bengali terlibat dalam serangan di bawah Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA). Karena itulah mereka merasa tidak aman lagi sehingga sekarang memutuskan untuk melarikan diri," tudingnya.

"Tempat asli bagi orang Bengali adalah Bengal. Mereka mungkin melarikan diri dengan asumsi mereka akan lebih aman di sana," pungkasnya.

Baca juga:
Ekspresi anak-anak Rohingya saat diberi vaksin kolera
Tangis wanita Rohingya belum makan selama tiga hari
Semangat anak-anak Rohingya bersekolah di tempat seadanya
Menanti kebebasan di pinggiran Rakhine
Militer Myanmar usir warga Rohingya masih tersisa di desa

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.