LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Jelang putaran kedua Pilpres Prancis, Macron makin tak terkejar

Jelang putaran kedua Pilpres Prancis, Macron makin tak terkejar. Jika pada putaran pertama Marine Le Pen diprediksi menang, Emmanuel Macron justru memuncaki setiap poling jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden Prancis. Kandidat yang didukung penuh Barack Obama ini diyakini mampu mendulang banyak suara.

2017-05-05 15:31:00
Prancis
Advertisement

Jika pada putaran pertama Marine Le Pen diprediksi menang, Emmanuel Macron justru memuncaki setiap poling jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden Prancis. Kandidat yang didukung penuh oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ini diyakini mampu mendulang banyak suara.

Dilansir Reuters, Jumat (5/5), berdasarkan survei yang dilakukan Elabo yang diterbitkan BFM TV dan L'Express, Macron diyakini bakal mendapat 62 persen suara. Sebaliknya, Le Pen diprediksi hanya mendapatkan 38 persen. Jumlah ini meningkat tiga poin dari survei putaran sebelumnya.

Le Pen, yang merupakan kandidat dari Front Nasional, terus berkampanye untuk menutup perbatasan dan menolak menggunakan mata uang euro. Sebaliknya, Macron ingin menguatkan kerja sama dengan Eropa dan ingin membuat ekonomi terbuka.

Hasil survei ini didapatkan usai debat terakhir yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Prancis, di mana Macron disebut-sebut berhasil merebut simpati para penonton.

Hasil itu tidak membuat Le Pen menyerah. Wanita yang menolak imigran dan anti-UE ini bertekad untuk menang.

"Tujuan saya adalah memenangi pemilihan presiden," kata Le Pen dalam wawancaranya dengan radio lokal.

Menurutnya, jika Macron sampai terpilih, maka akan mengakhiri perjalanan negara itu karena dianggap lebih terbuka dengan para imigran. Baginya, sikap rival terberatnya itu akan mengakibatkan kehancuran sosial dan menyebabkan ketiadaan hukum.

"Saya rasa kami akan menang."

Sementara dalam survei yang dilakukan Odoxa, seperempat pemilih di Prancis enggan memberikan suaranya. Banyak di antara mereka kecewa karena kandidat yang didukungnya gagal melaju ke putaran kedua.

Lembaga ini memprediksi jumlah golput akan mencapai tertinggi kedua sejak pemilihan presiden 1965 lalu.

Baca juga:
Intip Pamela Anderson jadi koki untuk imigran di Prancis
Ribuan gembok cinta Jembatan Pont des Art dilelang
Momen mendebarkan polisi di Paris terbakar bom molotov buruh
Demo buruh di Prancis ricuh, enam polisi terluka kena bom molotov
Ribuan cahaya terangi perkebunan anggur warga Prancis

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.