Jatuhnya pesawat di Mesir ulah teroris, Rusia janji balas dendam
"Kami akan mencari mereka ke seluruh penjuru dunia dan menghukum para pelaku," kata Presiden Vladimir Putin
Pemerintah Rusia resmi menyatakan jatuhnya pesawat komersial milik Maskapai Kogalymavia di Semenanjung Sinai, Mesir, disebakan serangan teror. Pemicunya diduga bom jenis TNT seberat 1 kilogram yang diletakkan di kargo pesawat tersebut.
"Kami sekarang bisa mengatakan kecelakaan itu adalah ulah teroris," kata Kepala Intelijen Rusia (FSB) Alexander Bortnikov, seperti dilansir Stasiun Televisi Aljazeera, Selasa (17/11).
Laporan Bortnikov telah disampaikan kepada Presiden Vladimir Putin. Dalam jumpa pers terpisah, Putin mengatakan para pelaku akan dikejar oleh pemerintah Rusia. Akibat jatuhnya pesawat itu, 224 penumpang dan kru tewas. Pesawat ini kebanyakan berisi turis yang hendak pulang ke St Petersburg, Rusia, setelah mengunjungi wisata sejarah di Sharm el-Sheikh.
"Kami akan mengejar mereka, ke manapun mereka bersembunyi. Kami akan mencari mereka ke seluruh penjuru dunia dan menghukum para pelaku," kata Putin.
Sebelumnya, pemerintah Rusia sempat menolak teori jatuhnya pesawat Kogalymavia itu akibat bom. Kementerian Transportasi menuding laporan bahwa teroris ada di balik insiden tersebut tidak berdasar.
Belakangan, hasil investigasi kotak hitam dan indikator satelit membenarkan bahwa pesawat meledak berkeping-keping di udara. Militan terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) telah mengaku bertanggung jawab atas aksi terorisme di Sinai tersebut. Aksi itu disebut pembalasan atas serangan jet tempur Rusia di Suriah sepanjang Oktober yang menyasar markas logistik ISIS.
Diduga kuat, bom bisa masuk badan pesawat karena lemahnya penjagaan aparat Bandara Sharm el-Sheikh. Pemerintah Mesir kini menggelar investigasi terpisah soal bagaimana bahan peledak dapat masuk ke pesawat.
Baca juga:
Ini daftar lengkap pelaku Teror Paris
WNI diduga terkait ISIS ditangkap bersama 4 orang lain di Malaysia
Lebih dari 26 negara bagian Amerika Serikat tolak pengungsi Suriah
Intip sumber pendanaan ISIS hingga jadi kelompok teror terkaya dunia
Lewat Teror Paris ISIS kampanyekan Islam versus Barat