Jemaah makin doyan tidur di Masjidil Haram
Setiap tahun para jemaah yang tidur di Masjidil haram dan Nabawi terus meningkat.
Fenomena jemaah tidur di masjid di saat Ramadan memang sudah menjadi kebiasaan. Tak terkecuali di dua masjid suci umat Islam yakni Masjidil Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Jemaah di dua masjid itu dilaporkan makin banyak yang tidur di dalam masjid.Tiap tahun jumlah jemaah yang tidur di dalam masjid terus meningkat, seperti dilansir Arab News (1/8). Menurut para ulama, tidur di dalam masjid adalah melanggar syariat.
Pengurus Dua Masjid Suci sudah menghubungi pihak berwenang guna mencari solusi atas masalah ini. Dewan Syariat juga sebelumnya mengajukan permintaan sama.
Muhammad Matar, direktur Studi Islam di Universitas Umm Al Qura mengatakan masjid seharusnya tempat untuk salat. "Masjid bukan untuk tidur dan beristirahat atau makan dan minum," kata dia.
Dalam kitab suci Alquran disebutkan masjid adalah tempat untuk menyembah Allah.
"Jika orang makan, minum, tidur di masjid maka bisa menimbulkan bau tidak sedap." Masjid seharusnya selalu bersih.
"Tidak masalah jika masjid jadi tempat untuk berbuka puasa sebentar tapi jemaah menjadi berlebihan," kata dia.
Ahmad al-Mansuri, direktur hubungan masyarakat pengurus dua masjid suci mengatakan pihaknya berupaya mengatasi masalah ini lewat pendidikan dan komunikasi.
"Kami menyebarkan brosur dalam berbagai bahasa untuk dibagikan kepada jemaah supaya mereka sadar," ujar dia.
(mdk/fas)