Istri Benjamin Netanyahu dihukum usai terbukti siksa pembantu
Sara Netanyahu divonis ganti rugi setara Rp 586 juta. Dia kerap memaki dan memberi perintah absurd pada pembantu
Meni Naftali, kepala pembantu kediaman Perdana Menteri Israel, mendapat ganti rugi sebesar 170 ribu Shekel (setara Rp 586 juta) atas perlakuan buruk yang dia terima selama 20 bulan bekerja. Kasus ini digelar di Pengadilan Industrial Kota Yerusalem kemarin.
Hakim Dita Pruginin sekaligus menyatakan Sara Netanyahu, istri PM Benjamin Netanyahu, bersalah melakukan penyiksaan verbal maupun fisik, terhadap pembantunya itu, seperti dilansir Haaretz, Kamis (11/2).
Pengacara Naftali, Naomi Landau, mengapresiasi keputusan pengadilan sebagai sejarah baru di Israel. "Sara Netanyahu terbukti majikan yang menyiksa asisten rumah tangga seakan-akan mereka itu barang," ujarnya.
Dalam kesaksian di persidangan, Naftali mengaku sangat tertekan selama menjadi kepala urusan rumah tangga di kediaman pribadi Netanyahu. Dia selalu dihina, dimaki-maki, dibebani permintaan aneh-aneh, serta tiba-tiba dimarahi tanpa alasan oleh Sara. Para pekerja di rumah itu juga tidak jelas jam kerjanya, bisa nyaris 20 jam. Faktor lainnya,Naftali memiliki darah Timur Tengah, dan sering diolok-olok Sara karena latar belakangnya itu.
Meni Naftali, kepala pembantu kediaman Benjamin Netanyahu yang kerap disiksa (c) 2016 Haaretz/Olivier Fitoussi
Pernah juga Naftali menjadi sasaran permintaan aneh wanita 57 tahun itu, dengan dipaksa membeli susu kemasan plastik pada pukul 3 pagi.
"Atas segala perlakuan itu, tak mengherankan bila pekerja sering keluar dari kediaman perdana menteri. Lingkungan kerjanya sangat tidak sehat," tulis hakim Pruginin dalam putusannya.
Melalui keterangan pers terpisah, juru bicara keluarga Netanyahu menolak kesan Sara adalah perempuan yang gemar menyiksa. Naftali disebut tidak menggugat secara pribadi istri kepala pemerintahan itu, melainkan aturan ketenaganakerjaan Israel yang kurang adil pada pekerja domestik.
"Hasil sidang ini sangat menyesatkan dan jauh dari kondisi sebenarnya di kediaman perdana menteri," kata jubir Netanyahu.
Dalam persidangan, keluarga netanyahu sempat berdalih Naftali tidak mungkin diperlakukan buruk karena selama bekerja, sebab dia belum pernah mengeluh atau melapor soal tindakan Sara. Namun hakim menolak pembelaan itu, lantas mengklaim semua pekerja wajib memperoleh lingkungan kerja yang nyaman di manapun tanpa harus memintanya.
Sara sejak 2014 sudah dilaporkan atas tindakan jahat kepada pekerja. Namun kabar ini selalu dibantah oleh pihak jubir Netanyahu sebagai gosip belaka.
(mdk/ard)