Israel pilih buang mayat Palestina ke laut dari pada dikembalikan ke keluarga
Perdebatan tersebut malah menarik dukungan dari lintas partai, untuk kebijakan menahan mayat-mayat Palestina. MK Akram Hasoon dari Partai Kulanu mengaku pemakaman masyarakat Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel, membuat 10.000 orang menjadi anti Israel.
Komite Urusan Internal Knesset (DPR Israel) membahas kebijakan penolakan pengembalian mayat warga Palestina ke keluarga mereka, yang dibunuh oleh pasukan Israel.
Pemerintah Israel sudah berulang kali menahan mayat penyerang Palestina. Mayat-mayat tersebut diduga bagian dari serangkaian tindakan hukum kolektif dari Israel, termasuk pembongkaran rumah mereka.
"Memperdebatkan apakah akan menahan mayat itu atau tidak, ada satu solusi, tinggalkan mayat di Israel atau buang mayat ke laut." kata orang tua dari seorang tentara Israel yang tewas di Yerusalem Timur, dilansir dari laman Middle East Monitor.
Ketua komite MK Yoav Kisch dari Partai Likud mengatakan teroris mencoba menimbulkan kerugian, dan teroris-teroris itu harus dibasmi di tempat.
"Kami tidak bisa menangani teroris seolah-olah kita berada di Swiss." kata Yoav .
Yoav mencontohkan pemusnahan teroris yang dilakukan Amerika Serikat. "Apa yang dilakukan Amerika Serikat dengan Osama Bin Laden adalah contoh bagus sebuah negara yang bertempur kembali."
Perdebatan tersebut malah menarik dukungan dari lintas partai, untuk kebijakan menahan mayat-mayat Palestina. MK Akram Hasoon dari Partai Kulanu mengaku pemakaman masyarakat Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel, membuat 10.000 orang menjadi anti Israel.
"Kita tidak harus mengembalikan tubuhnya. Kita harus menghancurkan tanah airnya," kata Akram.
Selain itu, MK Anat Berko dari Partai Likud mengatakan teroris layak dikubur seperti keledai pada malam hari, saat tak ada yang bisa melihat.
Berbeda pendapat dengan Kedua partai tersebut, kata mantan komandan Polisi Distrik Yerusalem, MK Mickey Levy (Yesh Atid) lebih memilih mengembalikan mayat-mayat Palestina meskipun pada malam hari.
"Saya biasa mengembalikan mayat setelah setahun, saat tengah malam. Dan saya mengerahkan 700 petugas, sehingga tidak ada yang lain selain kerabat dekat yang meninggalkan keluarganya." kata Mickey.
Baca juga:
Penemuan mozaik kuno berusia 1.800 tahun di Israel
Netanyahu yakinkan pendukungnya tak terlibat korupsi
Tentara Israel bongkar 45 sekolah Palestina demi bangun pemukiman ilegal
Pasukan Israel tembak pria Palestina terduga pembunuh pendeta Yahudi
Tentara Israel tembak remaja Palestina saat operasi penangkapan di Tepi Barat
Bayi kembar tiga di Gaza ini bernama Yerusalem, Ibu Kota, dan Palestina
PBB sebut 206 perusahaan berperan dalam pembangunan pemukiman ilegal di Tepi Barat