Israel ogah kembalikan jenazah warga Palestina tewas dibunuh pasukan keamanan
Israel ogah kembalikan jenazah warga Palestina tewas dibunuh pasukan keamanan. Kamis lalu Mahkamah Agung Israel memutuskan, pemerintah tidak diizinkan menahan jenazah warga Palestina untuk digunakan sebagai bahan 'tawar menawar'.
Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked menyatakan jenazah orang-orang Palestina yang dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel tidak akan dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan secara layak.
"Sudah jelas jenazah teroris tidak akan dikembalikan," kata Shaked kepada wartawan merujuk kepada warga Palestina yang terbunuh di tangan pasukan militer Israel, seperti dikutip dari laman Middle East Monitor, Selasa (19/12).
"Ada dua jalur yang akan digunakan untuk mengatasinya, seperti yang saya bilang, lewat diskusi yang merupakan pilihan lain atau dengan undang-undang," tambahnya.
Kamis lalu Mahkamah Agung Israel memutuskan, pemerintah tidak diizinkan menahan jenazah warga Palestina untuk digunakan sebagai bahan 'tawar menawar'. Atas keputusan itu, MA memberi waktu enam bulan bagi pemerintah untuk mengajukan banding sebelum membebaskan jenazah-jenazah tersebut tanpa syarat.
Sebagaimana diketahui, pasukan Israel telah menahan ratusan jenazah Palestina, termasuk sepuluh orang yang terbunuh dalam pemberontakan sejak Oktober 2016 lalu.
Penahanan itu dianggap sebagai alat yang bisa digunakan Israel dalam perundingan di masa depan untuk ditukar dengan pembebasan tentara Israel yang dijadikan tawanan perang di Jalur Gaza.
Para jenazah itu saat ini ditempatkan di sebuah pemakaman di wilayah militer. Pemakaman ini tertutup untuk umum hingga LSM pun tidak dapat mengaksesnya.
Baca juga:
Aksi peduli Palestina ricuh di Konjen AS, mahasiswa Surabaya segel McDonald's
Wapres JK soal desakan boikot produk AS: Jangan emosional
Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal status Yerusalem
AS memveto resolusi dewan keamanan PBB soal Yerusalem
Impian sang uskup agung tentang Yerusalem