Israel klaim 10 negara akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Israel berhubungan dengan sekitar 10 negara mengenai kemungkinan pemindahan kedutaan negara mereka ke Yerusalem, setelah Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Israel berhubungan dengan sekitar 10 negara mengenai kemungkinan pemindahan kedutaan negara mereka ke Yerusalem, setelah Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Kami berhubungan dengan setidaknya 10 negara, beberapa di antaranya di Eropa," kata Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely yang mengatakan kepada radio publik, seperti dilansir dari Straits Times, Rabu (27/12).
Dia berbicara sehari setelah Guatemala mengatakan akan memindahkan kedutaan besarnya ke kota tersebut. Pejabat Palestina mengatakan langkah tersebut sebagai langkah memalukan.
Hotovely mengatakan keputusan Presiden AS Donald Trump akan memicu gelombang gerakan pemindahan kedutaan besar.
Dia tidak menyebutkan 10 negara tersebut, namun radio publik mengutip sumber diplomatik Israel yang mengatakan negara Honduras, Filipina, Rumania dan Sudan Selatan termasuk di antara negara yang mempertimbangkan langkah tersebut.
Dua pertiga anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan voting untuk sebuah resolusi yang menolak langkah kontroversial Trump. PBB menegaskan kembali bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi.
Beberapa negara terutama Amerika Latin memiliki misi diplomatik di Yerusalem, sampai sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1980 mengecam upaya Israel yang bisa mengubah "karakter dan status" kota tersebut, dengan mengatakan ini adalah penghalang bagi perdamaian.
Baca juga:
AS sunat anggaran PBB buntut kalah voting soal status Yerusalem
Guatemala klaim neraca ekspor aman walau geser kedutaan ke Yerusalem
Hampir sepekan ditahan Israel, remaja Palestina dilarang ganti baju
Kumpulan berita menarik seputar dunia internasional di tahun 2017
Paus Fransiskus sampaikan pesan Natal soal Yerusalem dan para imigran