Israel bunuh 2 warga Palestina saat demo kemelut Yerusalem
Menurut catatan Bulan Sabit Merah, ada 767 penduduk Palestina luka-luka, dalam bentrokan unjuk rasa menolak status Yerusalem sebagai ibu kota Israel kemarin.
Dua penduduk Jalur Gaza, Palestina, meregang nyawa dalam bentrokan unjuk rasa menentang klaim Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Insiden itu terjadi Jumat kemarin setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berkeras menyatakan kota suci adalah ibu kota negara Zionis dan bakal memindahkan kedutaan besarnya.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Sabtu (9/12), korban pertama adalah seorang lelaki warga Jalur Gaza berusia 30 tahun. Dia tewas di tempat setelah ditembak oleh pasukan Israel dalam bentrokan saat unjuk rasa. Korban tewas kedua juga merupakan lelaki penduduk Jalur Gaza, Maher Athallah (54 tahun). Dia tewas di rumah sakit akibat luka-luka saat bentrokan.
Menurut catatan Bulan Sabit Merah, ada 767 penduduk Palestina luka-luka, dalam bentrokan unjuk rasa menolak status Yerusalem sebagai ibu kota Israel kemarin. Protes itu terjadi di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. Demonstrasi digelar sejak selepas Salat Jumat.
Kementerian Pendidikan Palestina juga menerbitkan perintah supaya seluruh sekolah dan lembaga pendidikan libur, dan meminta siswa dan seluruh tenaga pengajar dari semua level turun ke jalan.
Israel juga menembakkan sejumlah roket ke beberapa sasaran di Jalur Gaza diyakini sebagai tempat organisasi perjuangan Palestina, Hamas, menyimpan persenjataan. Akibat serangan itu, 14 orang luka-luka termasuk anak-anak dan dua anggota Hamas.
Baca juga:
Temui Dubes AS, perwakilan NU sebut keputusan Trump tergesa-gesa
DK PBB menentang klaim Trump soal status Yerusalem
PPP sebut sikap Trump soal Yerusalem picu amarah umat Islam dan Kristen
Polisi Israel tangkapi warga Palestina usai salat Jumat di Al Aqsa
Jokowi murka dengan ulah Donald Trump