ISIS sudah dihancurkan, Putin tarik militer Rusia dari Suriah
ISIS sudah dihancurkan, Putin tarik militer Rusia dari Suriah. Pasukan khusus Rusia, polisi militer, tim pencari ranjau dan 25 pesawat saat ini akan meninggalkan Suriah dan rumah sakit di lapangan akan dilepas.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penarikan tentara Rusia dari Suriah. Pengumuman langkah tersebut dikatakan Putin dalam kunjungan mendadak di Pangkalan Udara Khmeimim di Provinsi Latakia, Suriah, Senin pagi (11/12).
Tiba di Khmeimim, Putin disambut oleh rekannya dari Suriah, Bashar Assad, dan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu. Pangkalan udara ini menampung pasukan Rusia yang membantu Suriah dalam pertempuran melawan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Seperti dilansir dari Russia Today, Selasa (12/12), Putin mengumumkan personel yang ditarik yaitu militer Rusia di Khmeimim. Perintah untuk menarik diri diikuti dengan kekalahan 'teroris internasional dalam pertempuran paling keras' oleh militer Rusia dan Suriah dalam waktu dua tahun.
Komandan pasukan Rusia di Suriah, Kolonel Jenderal Sergey Surovikin, menginformasikan kepada Putin sekitar 70.000 kilometer persegi wilayah Suriah sudah dibebaskan, dan 32.000 teroris tewas dalam tujuh bulan terakhir operasi tersebut. Pasukan khusus Rusia, polisi militer, tim pencari ranjau dan 25 pesawat saat ini akan meninggalkan Suriah dan rumah sakit di lapangan akan dilepas.
Putin juga memperingatkan bahwa jika teroris berusaha 'mengarahkan kepala mereka' ke Suriah lag, Rusia akan menyerang mereka. "Mereka (teroris) belum pernah melihat sebelumnya."
Rusia akan terus menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim dan pelabuhan Suriah di Tartus. Kedua tempat ini memberikan dukungan teknis untuk Angkatan Laut Rusia. Sementara Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah juga akan tetap ada.
Presiden mencatat, Suriah tetap sebagai negara berdaulat dan merdeka. Para pengungsi pun diperbolehkan kembali ke rumah. Staf Umum Rusia menyatakan pembebasan Suriah dari ISIS pada 6 Desember dengan menghancurkan semua anggota teroris ISIS di negara tersebut.
Putin juga mengatakan pekerjaan militer sudah selesai dengan penuh kemenangan. Kampanye Rusia di Suriah diluncurkan pada 30 September 2015, setelah Damaskus meminta bantuan Moskow dalam perang melawan pasukan ekstremis yang berusaha menggulingkan pemerintah.
Pada bulan Maret 2016, Rusia secara parsial menarik angkatan udara dari Pangkalan Udara Khmeimim, dengan mengatakan sebagian tujuannya sudah tercapai.
Baca juga:
Putin pastikan mencalonkan diri sebagai Presiden di Pemilu 2018
Melihat pembangunan Jembatan Putin yang hubungkan Rusia-Krimea
Semringahnya Putin pose bareng mantan pesepakbola top dunia saat Drawing World Cup
Atas nama keamanan negara, Putin minta pebisnis Rusia genjot produk militer
Jumpa Assad di Rusia, Putin sebut perang lawan teroris di Suriah hampir usai