ISIS klaim dua serangan bom di gereja Mesir jelang Hari Paskah
ISIS klaim dua serangan bom di gereja Mesir jelang Hari Paskah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim serangan bom yang dilakukan di kota-kota besar Mesir, antara lain Tanta dan Alexandria pada Minggu Palem jelang Hari Raya Paskah.
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim serangan bom yang dilakukan di kota-kota besar Mesir, antara lain Tanta dan Alexandria pada Minggu Palem jelang Hari Raya Paskah.
Bom pertama meledak di Gereja St George, Tanta. Akibat ledakan itu, 24 orang dilaporkan tewas. Sementara itu, ledakan kedua dilakukan di Katedral St Mark, Alexandria, di mana 11 orang dikabarkan tewas.
Salah satu korban tewas di gereja Alexandria merupakan perwira polisi yang mencoba mengadang pelaku bom bunuh diri masuk ke dalam gereja. Tanpa tindakan responsif dari polisi tersebut, jumlah korban tewas bisa lebih besar dari itu.
Paus Fransiskus Katolik Roma menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa saudara sesama penganut Kristen.
"Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada saudara saya Paus Tawadros II, gereja Koptik yang menjadi sasaran bom, dan penganut Kristen lain di seluruh Mesir," kata Paus, seperti dilansir dari laman Morning Star (10/4).
Sementara itu, Imam Besar Al-Azhar dan salah satu otoritas tertinggi dalam Islam Sunni juga menyesalkan bom yang dilakukan teroris keji terhadap orang-orang tak bersalah. ISIS diketahui merupakan kelompok ekstremis dengan rekor membunuh terbesar di mana sasarannya merupakan orang-orang Kristen, Alawit, dan Muslim Syiah di Suriah dan Irak.
Baca juga:
KBRI: Tak ada WNI jadi korban ledakan di Mesir
Histeris jemaat gereja Koptik Mesir diteror bom saat Minggu Palem
Bom meledak di gereja Mesir jelang Paskah, 21 orang tewas
ID Card ISIS ditemukan dalam penangkapan terduga teroris di Lamongan
Penemuan senjata dan amunisi kelompok ISIS di Mosul