Irak gelar pemilu usai kalahkan ISIS
Harapan juga dirasakan ekspatriat Irak di Turki. Warga Irak melakukan pemungutan suara di tiga tempat pemungutan suara di Ankara. Pemungutan suara di luar negeri dilakukan dua hari sebelum pemilu resmi diselenggarakan di Irak.
Untuk pertama kalinya sejak berhasil diusir dari Irak, warga secara berduyun-duyun datang tempat ke tempat pemungutan suara dalam Pemilihan Umum yang digelar 12 Mei.
Pemilu ini merupakan upaya untuk menyembuhkan perpecahan di negara itu dan dapat menggeser keseimbangan kekuasaan regional.
Perdana Menteri incumbent Haider al-Abadi akan menghadapi dua penantang, yaitu mantan Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan Menteri Transportasi Hadi al-Ameri.
Namun para analis mengatakan Haider al-Abadi memiliki peluang lebih besar dibandingkan dua pesaingnya.
"Kami menginginkan keamanan. Di sini ada pembunuhan, pencurian, penculikan. Kami tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Dalam 15 tahun terakhir orang-orang telah dihancurkan," kata seorang buruh di Baghdad, Khalid Radi (29), seperti diberitakan Eyewitness, Jumat (11/5).
Harapan juga dirasakan ekspatriat Irak di Turki. Warga Irak melakukan pemungutan suara di tiga tempat pemungutan suara di Ankara.
Pemungutan suara di luar negeri dilakukan dua hari sebelum pemilu resmi diselenggarakan di Irak.
Anggota Komisi Pemilihan Tinggi Independen (IHEC), Hazem al-Radini mengatakan kepada Anadolu Agency, sekitar 900.000 pemilih Irak di luar negeri memiliki hak untuk memilih pada hari Kamis dan Jumat.
Sebanyak 24 juta warga Irak akan ikut memilih dalam pemilu ini.
Baca juga:
Jasad Saddam Hussein hilang, diduga dipindahkan ke lokasi rahasia
Wanita Irak yang berafiliasi dengan ISIS rentan alami kekerasan seksual
Kreatif, mantan tentara Irak abadikan perang Mosul dalam diorama
Suku Kurdi Iraq peringati hari Newroz dengan membawa obor
Irak perintahkan aset Saddam Hussein dan kroninya disita